Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Tak Mau Ladeni Tantangan Luhut Pandjaitan

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 14:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tantangan terbuka dilayangkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada pada pengkritik kebijakan utang negara untuk bertatap muka.

Namun demikian ekonom senior, DR. Rizal Ramli yang kerap mengkritik kebijakan utang pemerintah enggan meladeni tantangan Luhut Pandjaitan.

Mulanya, seorang warganet dengan akun @narpatisuta mengaku teringat dengan momen saat Rizal Ramli menyanggupi tantangan Presiden Joko Widodo untuk beradu argumen dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai utang.


Namun demikian, debat terbuka yang disanggupi Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu bertepuk sebelah tangan. Sri Mulyani maupun Joko Widodo tidak pernah mau menerima adu pikiran dan data dari Rizal Ramli.

Kini @narpatisuta bertanya ke mantan Menko Maritim itu, apakah mau kembali menerima tantangan dari pemerintah beradu debat soal utang.

“Saya jadi teringat Bang RR pernah menantang debat Sri Mulyani terkait utang. Kali ini Luhut Binsar Pandjaitan yang menantang, borong nggak nih Bang Rizal Ramli?” tanyanya, Kamis (4/6).

Menjawab pertanyaan itu, Rizal Ramli mengaku enggan meladeni Luhut. Dia lantas mempertanyakan kredibilitas Luhut untuk berdebat mengenai utang.

“Ndak usah diladenin. Emang credible? Lihat saja angka-angka perkiraan makro pemerintak sejak dua tahun yang lalu, banyak sekali meleset kok ? Itu bukan ditujukan kepada RR kok, Gitu aja ribet,” tutupnya.


Luhut Pandjaitan sebelumnya menantang setiap pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah untuk bertatap muka dengannya. Dengan bertatap muka, Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemil virus corona atau Covid-19.

“Jadi kalau ada yang mengkritik kami (pemerintah), sini saya juga pingin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong. Enggak usah ngomong di TV-lah, ketemu saya sini," kata Luhut melalui diskusi virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Luhut merasa yakin bisa menjawab setiap data yang disajikan para pengkritik, sekalipun dia berlatar belakang sebagai tentara.

"Saya bisalah jawab itu. Tapi, jangan rakyat dibohongin," kata Luhut.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya