Berita

Kim Yo Jong/Net

Dunia

Kecam Selebaran Anti-DPRK Dari Para Pembelot, Kim Yo Jong Ancam Batalkan Pakta Militer Korut-Korsel

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 11:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, geram dengan selebaran yang dibuang di sepanjang sisi utara Zona Demiliterisasi (DMZ) oleh para pembelot.

Kim Yo Jong yang saat ini menjadi Kepala Staf Kim Jong Un kemudian mengeluarkan peringatan melalui laporan media pemerintah KCNA pada Kamis (4/6).

Dalam peringatannya, Kim Yo Jong mengancam akan membatalkan perjanjian militer bilateral jika Korea Selatan gagal menghentikan aksi para pembelot.


Baru-baru ini, para pembelot membuang ribuan selebaran anti-DPRK (nama resmi Korea Utara: Republik Rakyat Demokratik Korea) berjudul "Defectors from the North" di sepanjang sisi utara DMZ.

"Jika tindakan niat jahat seperti itu dilakukan di depan mata kita, dibiarkan untuk mengambil jalannya sendiri dengan dalih 'kebebasan individu' dan kebebasan berekspresi', pemerintah Korea Selatan segera harus menghadapi fase terburuk," ujar Kim Yo Jong.

Kim Yo Jong kemudian menyoroti pakta militer antara Korea Utara dan Korea Selatan yang disepakati pada 2018. Menurutnya, kesepakatan tersebut sudah tidak memiliki arti.

Sementara itu, dikutip Reuters, menanggapi pernyataan Kim Jo Jong, jurubicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Yoh Sang-key, langsung menyerukan penghentian operasi selebaran.

Menurut Yoh, mengirim selebaran bisa meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara yang bisa meningkatkan risiko terhadap keamanan lingkungan dan properti pribadi.

"Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan operasi penyebaran selebaran beberapa kali," ungkap Yoh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya