Berita

Pendiri Rumah Milenial Indoenesia yang juga Sekjen GAMKI, Sahat Martin Philip/RMOL

Politik

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Harus Perhatikan UMKM Dan Sektor Pendidikan

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 06:07 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Jokowi telah meningkatkan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi sebesar Rp 677,2 triliun hingga akhir tahun 2020. Dalam anggaran tersebut terdapat dukungan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menangah (UMKM) sebesar Rp 123,46 triliun. 

Merespons hal itu, Pendiri Rumah Milenial Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat menilai, saat ini, UMKM harus segera mendapatkan stimulus agar dapat kembali beraktivitas di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) ini.

"Ada jutaan UMKM yang menghentikan operasinya akibat terdampak corona. Stimulus untuk UMKM harus terserap secara optimal dengan mempermudah proses dan meringankan persyaratan bagi para penerima stimulus. Dengan begitu, secara perlahan mampu memutar kembali roda ekonomi para pelaku UMKM," ujar Sahat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/6).


Stimulus UMKM itu, kata Sahat akan diberikan pemerintah dalam bentuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi, dan mendukung modal kerja bagi UMKM yang pinjamannya di bawah Rp 10 miliar.

"Beberapa waktu lalu kami pernah mendiskusikan kondisi UMKM di masa pandemik ini. UMKM membutuhkan bantuan permodalan sehingga dapat menjalankan kembali usahanya. Kita sangat mendukung stimulus UMKM dari pemerintah. Semoga stimulus ini bisa segera diakses oleh rakyat yang membutuhkan," kata Sahat.

Selain memberi perhatian pada pelaku UMKM, Pria yang juga Sekjen GAMKI ini mengingatkan bahwa sektor pendidikan adalah sektor yang tidak boleh luput dari perhatian pemerintah.

Menurut pengamatan Sahat, dampak Covid-19 terhadap ekonomi mengakibatkan banyak keluarga yang mengalami persoalan finansial sehingga sulit membayar uang kuliah anaknya.

Ia memprediksi, para calon mahasiswa akan mengambil gap year demi menyiapkan dan menstabilkan keadaan finansial.

Langkah umum yang akan diambil itu akan berdampak terhadap penurunan jumlah pendaftaran mahasiswa baru, terutama pada perguruan tinggi swasta.

"Akan banyak mahasiswa yang terpaksa mengambil cuti kuliah. Bahkan saya dengar sudah ada yang mengundurkan diri dari kampus. Jika hal ini berlanjut, dimana industri sedang melakukan efisiensi, maka akan mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran," jelas Sahat.

Oleh karena itu, lanjut Sahat, dana pemulihan nasional juga perlu ditujukan untuk memberikan stimulus terhadap sektor pendidikan. Pemerintah harus meringankan uang kuliah tunggal (UKT) bagi para mahasiswa.

"Pemerintah perlu memberikan bantuan kepada perguruan tinggi sehingga mereka dapat survive dan  meringankan uang kuliah mahasiswa. Program beasiswa harus lebih besar. Jangan biarkan putra-putri bangsa karena Corona kemudian tidak berkuliah, menjadi pengangguran, dan akhirnya melakukan hal negatif. Menyelamatkan pendidikan adalah langkah menyelamatkan masa depan bangsa," pungkas Sahat.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya