Berita

Ridwan Kamil tinjau kesiapan PT KAI jelang AKB/RMOL

Nusantara

Jelang AKB, Ridwan Kamil Tinjau Kesiapan Stasiun Bandung

RABU, 03 JUNI 2020 | 17:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau kesiapan protokol kesehatan menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sektor transportasi.

Ridwan Kamil meninjau Stasiun Bandung, Kota Bandung, untuk melihat kesiapan PT Kereta Api Indonesia dalam penerpaan AKB nanti.

“Protokol dari PT KAI sudah sangat baik. Dari mulai di depan cek suhu pakai komputer. Kemudian pengecekan kedisiplinan surat-menyurat, dan lain-lain juga sudah dilakukan. Pembatasan kursi juga sudah sangat baik,” ucap Emil, dilansir dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (3/6).


Menurutnya, pengawasan lebih ketat akan diberlakukan untuk perjalanan dengan rute luar Jawa Barat.

Warga yang hendak masuk maupun keluar Jawa Barat harus membawa surat keterangan bebas Covid-19 dengan melampirkan hasil rapid test maupun tes swab.

“Jadi hari ini yang antar provinsi itu Bandung ke Surabaya ada. Tadi saya sampaikan bahwa yang lintas provinsi harus ada surat bebas Covid-19," katanya.

“Tapi kalau lokal, seperti tadi Cicalengka ke Cibatu, itu cukup pakai masker, karena berarti kita mengontrol zona AKB yang kita atur,” imbuhnya.

Emil pun mengimbau kepada warga Jawa Barat yang bepergian menggunakan layanan kereta api untuk menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan lebih ketat dan mengikuti semua peraturan.

“Tadi saya lihat masih ada yang curi-curi buka masker, masih ada yang duduk di zona harusnya dua orang, dia bertiga. Jadi butuh waktu untuk memberikan pemahaman. Tapi, kalau dari sisi aturan-aturan, saya kira sudah baik,” ungkapnya.

Dikatakan Emil, pihaknya akan melakukan pengetesan Covid-19 dengan mobile Covid-19 tes di Stasiun Bandung. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dan mendeteksi keberadaan virus.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya