Berita

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ajak penyintas Covid-19 mendonorkan plasma darahnya/Istimewa

Nusantara

Bantu Pasien Yang Belum Sembuh, Gubernur Khofifah Ajak Penyintas Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah

RABU, 03 JUNI 2020 | 14:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Upaya menangani pandemik Covid-19 tak hanya jadi tanggung jawab pemerintah saja. Masyarakat, terutama mereka yang telah sembuh dari Covid-19, juga harus bisa membantu.

Caranya dengan mendonorkan plasma darah, yang nantinya bisa digunakan pasien lain untuk sembuh dari corona.

Untuk itulah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak para penyintas Covid-19 Jawa Timur untuk bergotong royong melakukan gerakan aksi sosial donor plasma darah.


Hal itu dilakukan untuk bersama-sama membantu kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur dan menurunkan angka kematian pasien Covid-19. Plasma dari pasien yang sudah sembuh akan menjadi harapan baru untuk pengobatan Covid-19 di Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada sebanyak 799 pasien Covid-19 Jawa Timur yang sembuh. Bahkan Selasa kemarin (2/6), pertambahan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim mencapai angka tertinggi, dengan 100 orang pasien sembuh dalam sehari.

“Saya mengajak warga Jawa Timur penyintas Covid-19, yang telah dinyatakan sembuh, yang setelah dua kali hasil swab dinyatakan negatif, untuk bersama-sama melakukan aksi donor plasma,” ajak Gubernur Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Rabu pagi (3/6).

Nantinya, plasma darah dari pasien sembuh tersebut akan digunakan sebagai terapi plasma convalescent kepada pasien Covid-19 yang berat dan sangat berat.

Metode terapi plasma convalescent ini terbukti di Indonesia, Amerika, China, Inggris maupun Korea efektif untuk membuat pasien Covid-19 sembuh total. FDA dan WHO juga telah memberikan izin untuk penggunaan plasma convalenscent terhadap pasien Covid-19 berat pada 29 Mei 2020 lalu.

Ini karena dalam plasma darah pasien yang telah sembuh, telah terbentuk antibodi yang mampu untuk melawan virus Covid-19.

Dan jika diberikan kepada pasien yang tengah berjuang untuk melawan virus SARS-CoV-2, maka antibodi ini akan menjadi bala tentara untuk membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh pasien tersebut.

“Darah dari para penyintas, pasien Covid-19 yang telah sembuh, bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Karena di dalamnya ada kekebalan yang bisa membunuh Covid-19. Maka warga Jatim, sebelum vaksin ditemukan, mari bahu-membahu untuk saling membantu, dengan cara mendonorkan plasma darah Anda,” lanjut Gubernur Khofifah.

Aksi sosial donor plasma tersebut akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Namun demikian, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi para pendonor plasma darah untuk terapi plasma convalescent ini. Yaitu usia pendonor harus berada di antara 17 hingga 60 tahun.

Kemudian pendonor juga harus sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dengan menunjukkan 2 dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pendonor negatif Covid-19.

Untuk diketahui, Jawa Timur baru saja mendapatkan bantuan 21 pack plasma darah untuk terapi plasma convalescent dari Kementerian Kesehatan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, bersama Kepala Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Letjen TNI Doni Monardo.

Akan tetapi, jumlah itu hanya cukup untuk membantu sekitar 6 orang pasien Covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat saja. Artinya, Jatim masih butuh banyak pendonor plasma darah untuk membantu menyembuhkan para pasien lainnya.

“Padahal hari ini di Jatim kita punya 799 orang pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dan per hari ini, baru ada 5 orang yang secara suka rela untuk mendonorkan plasma darahnya,” kata mantan Menteri Sosial RI ini.

Oleh sebab itu, lewat gerakan aksi sosial ini, Gubernur Khofifah mengajak agar aksi sukarela donor plasma darah bisa lebih masif dan digencarkan. Dengan tujuan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 dan menurunkan angka kematian pasien Covid-19 di Jatim.

“Rumah sakit kita baik di RSUD Soetomo maupun RS Saiful Anwar di Jatim sudah memiliki teknologi yang mumpuni untuk terapi plasma convalenscent,” tutup Khofifah.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya