Berita

Komisoner KPU Hasyim Asyari/Net

Politik

KPU Minta Tambahan Anggaran Pilkada Rp 535 M Cair Sebelum 15 Juni

RABU, 03 JUNI 2020 | 12:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tambahan anggaran penyelenggaran Pilkada Serentak 2020 sebesar Rp 535 miliar harus dicairkan sebelum tahapan pemilu berlangsung.

Begitulah yang diungkapkan Komisoner KPU Hasyim Asyari dalam sebuah diskusi daring bertajuk “Dampak Pandemik Covid-19, Ancaman Pilkada 2020” pada Rabu (3/6).

"Tentu saja yang diharapkan KPU sebelum tahapan dimulai sudah ada kepastian bahwa anggaran disetujui dan siap dicairkan," ujar Hasyim Asyari saat memaparkan.


Tahapan pertama yang akan dilaksanakan KPU, lanjut Hasyim Asyari berlangsung pada tanggal 15 Juli, dengan hari H pemungutan suara tanggal 9 Desember. Dari tanggal tersebut dia mematok waktu pencairan anggaran tambahan Pilkada. 

"Sekiranya nanti pemungutan suara tetap dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 maka tahapan dimulai pada 15 Juni 2020," ungkapnya.

Kerena itu, mantan Anggota KPU Jawa Tengah ini akan memastikan persetujuan dan pencairan anggaran tambahan Pilkada dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah dan DPR siang ini.

"Hari ini nanti siang dilakukan lagi RDP lanjutan dengan membahas anggaran. Karena dalam pandangan KPU, kalau menggunakan standar protokol kesehatan covid mau tidak mau harus ada perlindungan bagi penyelenggara KPU, bagi pemilih, dan bagi peserta pemilu untuk pelaksanan pilkada dalam situasi Covid-19,” demikian Hasyim Asyari.

Komisioner KPU Viryan Aziz menerangkan, tambahan anggaran sebesar Rp 535 miliar merupakan konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah. Karena setelah diidentifikasi, pilkada yang digelar saat masa pandemi Covid-19 ini harus memerhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan.

Penambahan aggaran tersebut nantinya bakal dipakai untuk pengadaan perangkat kerja tambahan, mulai dari masker untuk petugas hingga berbagai alat lainnya yang menjadi kebutuhan penyelenggaran yang aman Covid-19.

"Pilihan mengurangi jumlah pemilih per TPS agar konsentrasi massa tidak banyak dan lama di TPS, menjadi pertimbangan. Pengadaan alat pengukur suhu tubuh, pembersih tangan, sarana cuci tangan l, menjadi kebutuhan. Menyemprot areal TPS dengan disinfektan guna menjamin steril dari Covid-19 diperlukan," beber Viryan Aziz.

"Pilihan alat coblos sekali pakai mengemuka dalam pembahasan internal. Tata cara pemberian tinta ada tiga alternative, disemprot, tetes atau dioles menggunakan korek kuping," tambahnya. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya