Berita

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas/RMOL

Politik

Cegah Laju Ekonomi Minus, Jokowi Minta PMN BUMN Segera Dieksekusi

RABU, 03 JUNI 2020 | 10:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Laju pertumbuhan ekonomi yang pada kuartal I 2020 terkoreksi hingga ke angka 2,97 persen tengah diantisipasi dampak lanjutannya oleh pemerintah.

Dalam Rapat Terbatas (Ratas) bertajuk “Penetapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Perubahan Postur APBN Tahun 2020” pagi ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya mengantisipasi hal tersebut.

"Tantangan kita terbesar saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat dengan kecepatan," ujar Jokowi di Istana Bogor, Rabu (3/6).


Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, kecepatan dan ketepatan operasionalisasi program pemulihan ekonomi sangat menentukan laju pertumbuhan ekonomi negara di kuartal selanjutnya.

"Kita tahu kuartal pertama ekonomi kita hanya mampu tumbuh 2,97 persen. Dan kuartal kedua, ketiga, dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, tidak sampai minus, dan bahkan kita harapkan kita pelan-pelan mulai bisa rebound," harap mantan Walikota Solo ini.

Oleh karena itu, Jokowi meminta semua skema program pemulihan ekonomi yang telah dirancang pemerintah bisa segera digulirkan oleh jajaran kementerian terkait.

"Seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank bank yang terdampak restrukturisasi, kemudian penjaminan kredit modal kerja, kemudian PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja," ucap Jokowi.

"Saya harapkan, saya minta dan saya ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan. Segera dilaksanakan di lapangan," dia menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya