Berita

Ibadah haji di Mekkah/Net

Politik

Diluruskan BPKH, Pernyataan Dana Haji Untuk Perkuat Rupiah Tidak Terkait Pembatalan Haji

RABU, 03 JUNI 2020 | 09:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluruskan kabar bahwa dana haji 600 juta dolar AS tidak terkait dengan pembatalan haji 2020.

Hal itu diluruskan oleh BPKH melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Pernyataan mengenai apabila haji 2020 ditiadakan, dana sebanyak 600 juta dolar AS dapat dipakai untuk memperkuat rupiah pernah diucapkan di acara internasional halal bihalal antara Bank Indonesia pada 26 Mei 2020.


Menurut BPKH, pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online Kepada Badan Pelaksana (BP) BPKH Anggito Abimanyu kepada gubernur dan jajaran deputi gubernur BI.

"Di depan gubernur dan deputi gubernur BI, kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai dana haji. Di antaranya dana kelolaan, investasi dan dana valuta asing serta kerjasama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan valuta asing dan rencana cashless living cost haji dan umrah," bunyi siaran pers BPKH yang diterima redaksi, Rabu (3/6).

Pernyataan ini kemudian dimuat kembali oleh salah satu media online. Dalam pemberitaan itu ada kesan kaitan dengan pemberitaan mengenai pembatalan haji 2020  oleh Menteri Agama pada tanggal 2 Juni 2020

Melalui siaran persnya, BPKH menegaskan pada 2 Juni 2020, kepala BPKH tidak memberikan pernyataan terkait dengan pembatalan haji 2020, apalagi menyangkut kaitannya dana 600 juta dolar AS tersebut.

“Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji," bunyi siaran pers BPKH.

Selanjutnya, kepala BP-BPKH menyatakan bahwa seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp 135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya