Berita

Ahmad Fauzi Syahputra (kanan) bersama Din Syamsuddin dalam satu kesempatan/Net

Politik

Ade Armando, Segeralah Minta Maaf Pada Muhammadiyah Dan Din Syamsuddin Sebelum Kader IMM Bergerak

SELASA, 02 JUNI 2020 | 17:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan provokatif bernada kebencian yang dilontarkan pengamat politik, Ade Armando kepada Muhammdiayah dan tokoh bangsa, Din Syamsuddin sangat tidak etis.

Apalagi Ade Armando mengatai Din Syamsuddin sebagai "si dungu". Tokoh muda Muhammadiyah, Ahmad Fauzi Syahputra menyebut Ade Armando keterlalaun.

Dan karena tidak berdasar, jelas Ahmad Fauzi, pernyataan itu juga menyulut reaksi beragam dari berbagai kalangan.


Dia ikut mengecam keras pernyataan Ade Armando. Dosen UI yang sering kontroversi itu diminta untuk hati-hati dalam berbicara di ruang publik.

"Saya ingatkan kepada saudara Ade Armando agar berhati hati-bicara," tegas Fauzi Syahputra, Selasa (2/6).

Alumni IMM Ciputat ini juga mendesak agar Ade Armando segera meminta maaf kepada Muhammadiyah dan kepada Din Syamsuddin, atas ucapannya yang kelewatan batas dan tidak berdasar.

Fauzi Syahputra khawatir, kalau Ade Armando tidak segera meminta maaf, IMM dan alumninya di seluruh Indonesia akan bergerak mengecam keras pernyataan provokatifnya itu.

"Saya ingatkan kepada saudara Ade Armando untuk segera meminta maaf sebelum kader IMM seluruh Indonesia bergerak," tukasnya.

Ade Armando sudah meminta maaf kepada PP Muhammadiyah terkait pernyataannya soal webinar diskusi yang digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama), tapi tidak kepada Din Syamsuddin. Dia memahami sepenuhnya diskusi tersebut diselenggarakan tanpa sepengetahuan PP Muhammadiyah.

Ade Armando awalnya menyerang soal webinar via akun Facebook-nya, Senin (1/6). Pada tulisan itu, dia mempertanyakan diskusi yang digelar oleh Mahutama dengan tema "Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19" dengan Din Syamsuddin sebagai keynote speaker.

"Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat," tulis Ade Armando dalam status Facebook, Senin (1/6), sambil menautkan pamflet diskusi Mahutama.

Adapun alasan Ade Armando ogah minta maaf kepada Din Syamsuddin, karena yang bersangkutan kata dia belum menjelaskan/meluruskan maksud dari pernyataan, pemerintah bergembira di atas rakyat yang menderita di tengah pandemik Covid-19, karena BPIP menyelenggarakan konser virtual penggalangan dana.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya