Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

AHY: Apa Pun Tantangannya, Pancasila Selalu Relevan Bagi Bangsa Indonesia

SELASA, 02 JUNI 2020 | 12:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pancasila lahir sebagai living guidance (pedoman hidup) yang telah melewati puluhan dekade dengan berbagai peristiwa penting, maupun beragam ujian. Selama itu pulalah Pancasila terbukti selalu relevan dalam setiap konteks zaman.

Demikian yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (2/6).

Saat ini, lanjut AHY, negara di dunia khususnya Indonesia tengah dihadapkan dengan pandemik Covid-19. Memaksa masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beraktivitas di rumah secara terbatas.


"Kesenjangan ekonomi dan akses terhadap teknologi membuat sebagian di antara kita berpotensi kehilangan pekerjaan dan pendidikan. Lalu, bagaimana Pancasila bisa terus relevan di masa kini?" tanya AHY.

Menurutnya, amanat yang terkandung dalam setiap butir Pancasila yakni
Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan, selalu menjadi nilai-nilai yang menjadi titik temu dalam keragaman bangsa ini dalam menjalani dinamika zaman yang silih berganti.

Putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan, sejatinya masalah esensial yang dihadapi bangsa Indonesia tetap sama.

"Keberagaman dan kompleksitas kita dalam berbangsa dan bernegara butuh titik temu untuk berdialog agar capai solusi yang bisa diterima seluruh elemen bangsa secara demokratis," ucapnya.

"Sesulit apa pun tantangannya, Pancasila akan selalu relevan bagi kita," tutup AHY.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya