Berita

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo/Net

Politik

MenPAN-RB Minta Seluruh ASN Siap Hadapi The New Normal

SENIN, 01 JUNI 2020 | 18:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta beradaptasi dengan kerja baru dalam tatanan era new normal serta tetap menerapkan protokoler kesehatan yang ketat.

Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam keterangannya, Senin (1/6).

"Pengertian kerja baru itu adalah mengoptimalkan layanan masyarakat dalam berbagai sektor," ujar Tjahjo Kumolo.


Selain itu, Tjahjo Kumolo juga berharap seluruh ASN tetap meningkatkan kinerjanya di bawah kepemimpinan kepala lembaga pusat maupun daerah. Pada prinsipnya semua harus bekerja, baik yang melayani kepentingan publik maupun hadir pada instansi yang ada. Baik saat bekerja dari rumah maupun di luar rumah.  

"Mekanismenya diserahkan oleh kepala pimpinan di pusat maupun daerah sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni tetap mengikuti arah petugas dan protokoler kesehatan," tegasnya.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini menekankan protokol kesehatan harus dicamkan semua pihak, khususnya ASN itu sendiri dengan tetap memakai masker, rutin mencuci tangan, hingga jaga jarak saat bekerja.

"Termasuk saat menghadiri acara seremonial atau terbuka di lapangan, harus mengurangi jumlah orang maupun dengan melalui video call. Yang penting layanan ASN kepada seluruh masyarakat tetap terjaga dengan baik secara kualitas, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarat," imbuhnya.

Pola ini nantinya akan mengikuti perkembangan suatu daerah, apakah akan diterapkan PSBB atau tidak. Namun yang pasti, kata Tjahjo, seluruh ASN harus mengikuti arahan presiden dan kepala pimpinan masing-masing lembaga agar seluruh program dan pekerjaan dapat difokuskan secara optimal.

"Intinya ada tiga hal yang harus difokuskan. yakni, sistem kerja yang fleksibel, pengaturan kerja dan jam kerja, pengaturan infrastruktur penunjang, termasuk pemanfaatan aplikasi-aplikasi pendukung," demikian Tjahjo Kumolo.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya