Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganar Pranowo saat diskusi online yang digelar Pusat Kajian Politik dan Keamanan Indonesia/RMOL

Politik

Ganjar Pranowo: Jangan Buru-buru Bicara Normal Baru, Belajarlah Dari Korea Selatan

MINGGU, 31 MEI 2020 | 17:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Era baru yang disebut New Normal tengah dipersiapkan pemerintah dalam menghadapi pandemik Covid-19. Fase ini juga sebagai upaya menyelamatkan roda perekonomian yang tersendat akibat terdampak pandemik Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyarankan agar hal tersebut tidak perlu dilakukan terburu-buru.

"Saat ini kita enggak usah bicara normal baru dulu. Tapi kita bicarakan persiapan normal baru. Kalau September (kurva penyebaran Covid-19) sudah bottom, bukanya (melonggarkan PSBB) nanti enak," ujarnya saat mengisi diskusi online yang diselenggarakan Pusat Kajian Politik dan Keamanan Indonesia, Minggu (31/5).


Politisi PDIP itu pun mengajak semua pihak untuk belajar dari pengalaman negara tetangga, yakni Korea Selatan yang sempat menerapkan new normal namun kembali membatasi warganya lantaran terjadi lonjakan kasus baru.

"Belajar dari Korea, kalau di sini kasusnya sudah menurun bulan September, nanti November, Oktober, Desember kita ngejarnya enak," pungkas Ganjar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya