Berita

Ketua IKA FH UNNES, Muhtar Said/RMOL

Politik

Panitia Diskusi Mahasiswa UGM Diteror, IKA FH UNNES: Negara Jangan Tinggal Diam, Aparat Harus Mengusut Tuntas

SABTU, 30 MEI 2020 | 10:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tindakan teror terhadap mahasiswa yang menjadi panitia penyelenggara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dikecam oleh banyak kalangan.

Salah satunya Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) juga angkat bicara terkait intimidasi yang dialami panitia diskusi  tentang "Persoalan pemecatan presiden di tengah pandemik ditinjau dari Sistem ketatanegaraan". 

Ketua IKA FH UNNES, Muhtar Said mengatakan, kegiatan yang diadakan oleh kelompok studi mahasiswa Fakultas Hukum UGM itu merupakan kebebasan akademik yang mutlak.


Menurut Said, dalam perspektif perguruan tinggi kegiatan diskusi ilmiah bersifat kebebasan mimbar akademik.

Tindakan intimidasi yang mengarah teror apalagi ancaman pembunuhan sudah masuk ranah pidana. Ia mendesak kepada aparat penegak hukum segera mengusut tuntas aksi oknum tersebut.

"Jika sudah ada ancaman pembunuhan maka ini sudah masuk ranah pidana, maka penegak hukum harus mengusut tuntas siapa yang mengancam. Ini  kejahatan serius karena membungkam kebebasan akademik melalui kejahatan," demikian kata pengajar Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (30/5).

Menurut Said, negara jangan tinggal diam terhadap tindakan intimidasi yang mengarah ke pidana. Bahkan jika oknum yang mengancam para mahasiswa ternyata penyelenggara negara hal itu dapat membangkitkan pola orde baru.

"Apabila yang mengancam ada unsur penyelenggara negara maka ini membuktikan era orde baru kembali lagi. Negara jangan tinggal diam, aparat penegak hukum berkewajiban mengusut pelaku," demikian kata Pria yang juga Direktur Said Law Office ini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya