Berita

Ilustrasi Bansos/Net

Nusantara

Di Zona Merah Covid-19, Penyaluran Bansos Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran

SABTU, 30 MEI 2020 | 05:05 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat terdampak pandemik Covid-19, di sejumlah daerah di Kabupaten Gresik banyak yang tidak tepat sasaran.

Kabupaten Gresik adalah salah satu daerah yang masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJatim, salah seorang warga Desa Petisbenem Kecamatan Duduksampean Kabupaten Gresik, Ahmed usai melakukan pantuan langsung di lapangan mendapatkan informasi terkait penyaluran Bansos JPS Covid-19.


“Fakta di lapangan yang kami dapatkan bahwa, banyak penerima Bansos JPS Covid-19 di Desa Petisbenem yang tidak tepat sasaran itu memang benar terjadi,” katanya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (29/5).

“Masih banyak warga yang seharusnya layak sebagai penerima, tetapi tidak dapat sama sekali bantuan dari pemerintah ini. Ironisnya, faktor atau alibi yang dikemukakan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) terkesan tendensius,” ujarnya.

"Kenapa warga yang seharusnya layak menjadi penerima Bansos JPS, justru tidak menerima bantuan. Bahkan, masih menurut Ahmed alasan yang diberikan ada muatan ketidak sukaan.
Mulai dari, khawatir ada kecemburuan sosial hingga karena dulu orang yang layak mendapatkan bantuan itu. tidak memilih dia, Kepala Desa (Kades) yang memimpin saat ini,” urainya.

“Jelas kebijakan Pemdes yang seperti itu, harus ditindak dan tidak boleh dibiarkan. Karena, itu sama saja dengan merampas hak orang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

“Kami tidak menampik kalau ada masyarakat yang layak menerima bantuan itu, mendapatkan haknya karena terdeteksi. Yang tidak terdeteksi itu banyak dan sangat membuat hati kami miris,” tukasnya.

Untuk itu, kami mendesak Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, agar membuat hotline pengaduan masyarakat. Supaya bisa langsung tau atau mendengar dan merespon fakta miris yang terjadi dilapangan,” tandasnya.

Senada juga disampaikan Huda (37) Warga Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo yang menilai penyaluran Bansos JPS Covid-19 belum tepat sasaran.

“Iya sama mas, di Desa kami hal serupa juga terjadi, banyak warga prasejahtera yang seharusnya layak menerima Bansos JPS Covid-19 mala tidak dapat. Justeru, yang dapat sanak saudarannya perangkat desa,” tuturnya.

Padahal sebelum ada wabah corona lanjut Huda, Ibu rumah tangga dengan kondisi ekonomi tidak kurang dan tidak lebih mendapatkan Bansos JPS.

“Begitu ada Corona, kok mala sebaliknya orang yang paling merasa terimbas gak dapat jatah bantuan. Sedangkan yang secara ekonomi cukup kok mala dapat,” pungkasnya.

Terkait persoalan itu, pihak Bappeda Gresik belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya