Berita

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

DPR Tegaskan Keputusan Pilkada 2020 Digelar Desember Sudah Terukur

SABTU, 30 MEI 2020 | 01:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Komisi II DPR RI menampung masukan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat yang menolak penyelenggaraan Pilkada Serentak digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

Kepada mereka yang menolak, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung memastikan bahwa pengambilan keputusan sudah terukur untuk sebuah kepastian. Sebab ada dampak sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik.

“Pandemik Covid-19 tidak bisa lagi dilihat dari satu perspektif kesehatan saja. Oleh karena itu, seluruh agenda dari setiap dimensi itu harus terus tetap berlangsung,” kata Doli Kurnia seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLSumut.


Doli Kurnia mengatakan, keputusan menetapkan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 bukan hal yang mudah. Namun dalam situasi yang serba tidak pasti menghadapi pandemik Covid-19 seperti saat ini, juga tidak bisa berlama-lama larut dan dikalahkan oleh keadaan.

Kata Doli Kurnia, dunia hampir satu suara bahwa Covid-19 ini tidak dapat ditaklukkan dalam waktu dekat. Bahkan WHO mengatakan bahwa virus ini akan bisa bersama kita hingga 2 tahun sampai 5 tahun ke depan, bahkan mungkin selamanya tetap ada.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, hal terpenting dalam setiap pengambilan keputusan Pilkada 9 Desember 2020 itu harus ada indikator dan penanggung jawabnya.

Pemerintah, kata Doli Kurnia, sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini.

“Termasuk pemetaan, skenario, antisipasi, dan konsep pelaksanaan Pilkada Serentak di 9 Desember 2020. Dan KPU pun juga seperti itu,” tuturnya.

Selain itu, gelaran Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 nanti juga tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat sekaligus tetap menjaga kualitas demokrasi.

“Tinggal kembali kepada kita semua, bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang memang mungkin benar-benar “baru” buat kita, dengan disiplin yang tinggi terhadap protokol kesehatan dan komitmen kita untuk selalu merawat pertumbuhan demokrasi kita,” ujarnya.

“Atas dasar itulah saya mengajak kawan-kawan penggiat demokrasi, pemerhati pemilu bersama-sama masyarakat untuk menjalankan kehidupan demokrasi kita dengan “pendekatan baru” melalui Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 secara baik,” demikian Doli Kurnia.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat sempat mendesak agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 agar ditunda ke 2021. Mereka menilai jika pilkada digelar pada 9 Desember terlalu berisiko mengingat pandemi Covid-19 belum diketahui pasti kapan berakhir.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat ini terdiri dari beberapa elemen antara lain; Netgrit, Netfid, Perludem, PUSaKO FH Universitas Andalas, Puskapol Universitas Indonesia, Rumah Kebangsaan, Kopel, JPPR, KIPP Indonesia, PPUA Disabilitas, dan lainnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya