Berita

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin/Ist

Politik

Dukung New Normal, Azis Syamsuddin: Ujungnya Rakyat Bukan Jadi Korban Covid-19, Tapi Sosial Ekonomi

JUMAT, 29 MEI 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah di tengah pandemik Covid-19 didukung oleh Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Sebab bagi Azis Syamsuddin, Pembatasan Sosial Berskala Besar (SPBB) hingga lockdown akan berdampak lebih luas ke berbagai sektor kehidupan jika terlalu lama diterapkan.

"Pada ujungnya, masyarakat memang tidak menjadi korban Covid-19, malah justru menjadi korban dari masalah sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan penanggulangan pandemik yang terlalu ketat," kata Azis Syamsuddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/5).


Dijelaskan, pembatasan terlalu lama akan sangat berdampak pada sektor ekonomi dan sosial, seperti krisis ekonomi, hingga krisis keamanan dan politik.

"Poin pentingnya di sini, tujuannya adalah mencegah penularan virus ini, bukan lockdown (PSBB) itu sendiri. Rencana pemerintah untuk merelaksasi kebijakan PSBB dan menyiapkan skenario the new normal tidak lain sebagai upaya untuk beradaptasi dengan sejumlah tantangan dan perkembangan yang terjadi," tandasnya.

Di sisi lain, guna mendukung penerapan new normal, sejumlah pihak turut dilibatkan dalam pengawalan, seperti TNI dan Polri.

"Tugas TNI-Polri sudah ada dalam SOP mereka. Intinya pengawasan akan dilakukan untuk mal, pasar, dan rumah makan," demikian politisi Golkar ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya