Berita

Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

PDIP Tolak Usulan PSI, Tidak Tepat Reshuffle Kabinet Dilakukan Di Tengah Pandemik

JUMAT, 22 MEI 2020 | 09:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Presiden Joko Widodo segera mereshuffle Kabinet Indonesia Maju. Lantaran dianggap lelet bekerja terutama dalam percepatan penanganan pandemik Covid-19.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Nabil Haroen mengatakan, Presiden Joko Widodo beserta para pembantunya harus bekerja keras untuk penanganan Covid-19, maupun problem-problem lain yang menjadi tantangan Indonesia.

"Tentu saja, kita bisa melihat bagaimana kinerja masing-masing pembantu Presiden, apakah berdampak langsung dengan kepetingan rakyat, atau justru sebaliknya. Maka, penting adanya alat ukur prestasi atau key performance index untuk mengukur sejauh mana kinerja para menteri," ucap Gus Nabil kepada wartawan, Jumat (22/5).


Gus Nabil mengatakan gagasan untuk melakukan reshuffle kabinet harus dipertimbangkan secara jernih dan matang.

"Jangan sampai reshuffle justru memperparah kondisi yang ada. Belum lagi, sosok pengganti sekelas menteri harus melalukan persiapan yang tidak sebentar," ujarnya.

Jika akan melakukan reshuffle maka kabinet baru nantinya harus melakukan pengenalan terhadap program atau kebijakan yang sudah berlangsung sehingga membutuhkan waktu untuk penyesuaian.

"Jadi, yang penting dilakukan saat ini yakni memperkuat formasi yang ada, dengan menambah pada sektor-sektor yang dirasa lemah," katanya.

"Baru, nanti ketika kondisi sudah stabil, reshuffle bisa dilakukan untuk meningkatkan keadaan. Namun saya tegaskan, kewenangan reshuffle sepenuhnya ada pada Presiden, karena itu adalah hak prerogatif Presiden," tandas Gus Nabil menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya