Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Prahara Depresi Akbar

JUMAT, 22 MEI 2020 | 08:49 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA sama sekali bukan ahli apalagi ilmuwan moneter. Bahkan saya tidak bisa membedakan antara moneter dengan keuangan.

Namun akibat pageblug corona memaksa saya mengurung diri di dalam rumah demi ikut memutus mata-rantai penularan Covid-19, terpaksa saya sedikit mempelajari sejarah tentang prahara penyakit menular dikaitkan dengan prahara keuangan bahkan malapetaka perang dunia.

Depresi Akbar


Konon pageblug Flu Spanyol yang kemudian dari Eropa menular ke Amerika Serikat menjelang akhir Perang Dunia I telah secara lambat namun pasti menimbulkan dampak prahara keuangan yang akhirnya memporak-porandakan pasar bursa Wall Street pada tahun 1929 sebagai masa yang di lembaran hitam sejarah keuangan dunia disebut sebagai Depresi Akbar (The Great Depression) yang tak lama kemudian bahkan mengobarkan Perang Dunia II.

The Economist


Pada tahun 2020, tepatnya pada edisi 9–15 Mei, majalah The Economist memajang cover dengan judul “A Dangerous Gap” disertai subjudul “The Markets versus The Real Economy” berilustrasi Wall Street dipisahkan dari Main Street oleh sebuah retakan bumi memanjang.

Isi majalah The Economist tersebut dipadati artikel dan berita terkait dengan prahara corona yang sedang merajalela di Asia, Afrika, Eropa, Australia dan Amerika. Menarik bahwa majalah terkemuka dunia tersebut secara eksplisit membedakan antara pasar dengan ekonomi.

Bahkan The Markets  dihadapkan secara frontal dengan The Real Economy seolah pasar adalah The Unreal Economy.

Perjudian


Namun di balik cover kontroversial itu, sebenarnya menyelinap sesuatu analogi sejarah pageblug influenza pada tahun 1920 yang menghadirkan resesi ekonomi global yang memuncak menjadi prahara The Great Depression dengan pageblug corona pada tahun 2020 yang rawan memicu resesi ekonomi.

Telah terbukti Depresi Akbar membuat begitu banyak manusia menderita depresi, sehingga putus asa kemudian melakukan bunuh diri massal akibat putus asa massal yang terlalu berat untuk dipikul.

The Great Depression pada hakikatnya membuktikan bahwa pasar modal merupakan hasil rekayasa manusia melegalkan perjudian yang penuh rekayasa permainan angka yang penuh kecurangan seperti halnya alam perjudian pada umumnya.

Yudistira merupakan tokoh Mahabharata yang sebenarnya berupaya menyadarkan siapa yang mau disadarkan bahwa perjudian merupakan suatu bentuk perilaku penuh risiko.

Prahara

Dengan mendayagunakan dystopia dan andaikatamologi  yang terkandung di dalam pemikiran Back To The Future, majalah The Economist awal Mei 2020 secara sadar atau tidak sadar mencoba menyadarkan kita semua bahwa sebaiknya umat manusia di seluruh pelosok planet bumi eling lan waspodo terhadap segenap kemungkinan dampak sosial dan ekonomi yang akan menerkam peradaban pasca prahara Corona dengan resesi ekonomi global.

Umat manusia perlu eling lan waspodo  agar jangan sampai pada abad XXI terulang kembali prahara The Great Depression  yang pada abad XX telah terbukti berhasil memporak-porandakan sosial-ekonomi dunia.

Rentetan prahara ekonomi abad XX yang kemudian terbukti mengobarkan Perang Dunia II semoga tidak kembali terjadi pada awal abad XXI. Semoga.

Penulis adalah pembelajar sejarah masa lalu demi menghadapi masa depan

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya