Berita

Ilustrasi dentuman/Net

Nusantara

Dentuman Misterius Di Bandung Dipastikan Bukan Karena Erupsi Gunung Berapi

KAMIS, 21 MEI 2020 | 15:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan suara dentuman misterius yang terdengar di wilayah Bandung Raya pada Kamis pagi (215) sekitar pukul 08.00 WIB bukan disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanik erupsi gunung api.

“Di sekitar Kota Bandung tidak ada laporan erupsi, jadi sumber dentuman bukan berasal dari dentuman erupsi gunung api,” demikian disampaikan Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan, Kamis (21/5).

Ia menjelaskan, sejauh ini tidak ada laporan tanda-tanda erupsi dari sejumlah pos-pos gunung api di wilayah Bandung. Sementara aktivitas vulkanik biasanya berkaitan dengan erupsi. Sehingga, menurutnya tidak ada aktivitas vulkanik lainnya yang diduga bisa menyebabkan suara dentuman misterius itu.


“Kalau dari aktivitas vulkanik biasanya berkaitan dengan erupsi, tapi gunung-gunung di sekitar Bandung tidak ada yang erupsi,” katanya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, pihaknya masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui sumber suara dentuman tersebut.

“Perlu dianalisis penyebab sumber suara dari faktor selain gempa, cuaca, dan petir,” ucap Tony.

Dia memastikan, pada hari ini sejak pukul 00.00 hingga 10.00 WIB tidak ada kejadian gempa. Kemudian ia menyampaikan di wilayah Bandung cuacanya diperkirakan cerah berawan.

“Tidak ada juga kejadian suara petir mulai dari 08.30 WIB sampai 10.00 WIB,” katanya.

Diketahui, masyarakat di wilayah Bandung Raya menyebut mendengar suara dentuman misterius yang berlangsung beberapa kali pada Kamis pagi (21/5) tadi.

Salah satunya adalah Rahmat, warga Cibiru, yang mengira suara dentuman itu berasal dari PT Pindad sebagai produsen senjata.

“Sudah beberapa kali ini, dari Pindad mungkin suaranya, lumayan terdengar dari tadi,” ujar Rahmat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya