Berita

Meski hidup pas-pasan, Sutrisno rela namanya dicoret dari daftar penerima bansos pemerintah/RMOLJateng

Nusantara

Patut Ditiru, Sopir Ini Tolak Bantuan Karena Masih Ada Yang Lebih Membutuhkan

RABU, 20 MEI 2020 | 14:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sikap yang diambil Sutrisno, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus ini sangat layak ditiru.

Lelaki yang berprofesi sebagai sopir ini menolak bantuan sosial warga terdampak Covid-19 dari pemerintah. Bukan karena punya uang lebih, tapi karena dia tahu masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan.

Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena masih banyak warga lain di desanya yang tergolong kurang mampu, tapi malah tidak menerima bansos tersebut.


Sutrisno memang tercatat dalam daftar penerima Bantuan Nasional Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu namanya juga muncul dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos RI.

Ia berharap dengan pencoretan namanya dari daftar penerima maka alokasi tersebut bisa digantikan warga lain yang lebih membutuhkan.

"Saya merasa tak begitu layak menerima bantuan tersebut. Saya masih punya penghasilan meskipun pas-pasan, tapi masih cukup untuk menghidupi keluarga," kata Sutrisno, Rabu (20/5), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Dia mengaku tidak tahu kalau namanya masuk dalam BDT pemerintah pusat. Pasalnya, selama ini dirinya sama sekali tidak pernah menerima program bansos apa pun.

"Baru tahun ini nama saya masuk dalam daftar penerima bantuan,” tandas Sutrisno.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya