Berita

Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Pemerintah Diminta Jangan Berwacana Tangani Covid-19, DPR: Berasumsi Itu Bahaya, Harus Berdasarkan Kajian

RABU, 20 MEI 2020 | 12:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah seharusnya dilakukan kajian ilmiah dan akademik berbasis data yang komprehensif. Sebelum nantinya kebijakan tersebut dilemparkan ke masyarakat untuk diindahkan.

Termasuk soal rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diikuti oleh wacana the new normal agar hidup berdampingan dengan virus corona baru (Covid-19).

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (20/5).


"Jadi setiap kebijakan yang hendak dikeluarkan oleh pemerintah itu harus berdasarkan pada kajian ilmiah dan akademik. Jadi jangan berasumsi. Misalnya oh ini nanti akan longgar pada bulan sekian bulan sekian, jangan begitu. Tapi harus ada penelitian akademik yang dilakukan untuk mempertanggungjawabkan semua kebijakan yang dikeluarkan itu," tegasnya.

Sebab, jika suatu kebijakan tidak didasari dengan kajian akademik yang komprehensif diyakini akan berbahaya bagi masyarakat.

Apalagi, kata Saleh Daulay, Kepala Negara kerap kali mengingatkan Menteri-menterinya untuk berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan di tengah pandemik Covid-19 seperti saat ini.  

"Ini kan yang mengatakan berhati-hati itu kan Jokowi sendiri. Jokowi akan mengatakan berhati-hati ya kan terhadap pengambilan kebijakan yang seperti itu," ucapnya.

"Itu berarti ada kesadaran juga sebetulnya. Bahwa pelanggaran yang secara tidak terukur itu bisa malah membawa dampak yang tidak baik. Apalagi kurva atau jumlah orang yang terpapar semakin hari semakin banyak begitu," demikian Saleh Daulay.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya