Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin/Net

Politik

Pemerintah Bingung Dan Kerap Blunder, Wajar Para Tokoh Mengkritik

RABU, 20 MEI 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritik dan saran dari sejumlah tokoh bangsa terhadap kebijakan pemerintah dalam hal ini rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga wacana The New Normal untuk mengatasi pandemi Covid-19 memang sudah tepat dan wajar.

Sebab, banyak kebijakan pemerintah yang memang simpangsiur dan kerap berbeda antar menteri satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya membuat masyarakat kebingungan.

Demikian kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (20/5).


"Wajar jika para tokoh tersebut mengkritik pemerintah. Karena pemerintah banyak membuat kebijakan yang blunder dan tak pro rakyat. Pemerintah sepertinya kebingungan dan tak siap dalam menghadapi wabah Corona. Makanya kebijakan-kebijakannya maju mundur, berubah-ubah, dan saling bertabrakan antar sesama menteri," ujar Ujang Komarudin.

Menurut dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini, salah satu contoh kebijakan yang membingungkan adalah ketika masyarakat diminta untuk tetap berdiam diri di rumah dan dilarang mudik. Namun di sisi lain pemerintah justru membuka layanan transportasi umum.
 
"Ini lucu saja. Ini yang membuat banyak kerumunan masyarakat dimana-mana: di bandara, pasar, dan jalanan. Ini memang aneh. Geli dan lucu. Di saat corona belum tuntas. Tapi transportasi publik dibuka, sehingga dikhawatirkan masyarakat banyak yang tertular karena banyaknya kerumunan," tuturnya. 

"Jadi wajar jika para tokoh tersebut mengkritik kebijakan pemerintah. Yang dianggap aneh dan tak konsisten," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya