Berita

nggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Partonan/Net

Politik

Pemerintah, Tolong Sudahi Kesimpangsiuran Yang Bikin Rakyat Bingung!

RABU, 20 MEI 2020 | 11:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Maju mundurnya peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sedikit banyaknya telah membuat masyarakat bingung.

Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sempat diwacanakan akan dilonggarkan. Namun tak lama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa belum ada pelonggaran PSBB. Sementara kondisi terkini di lapangan, masyarakat mulai ramai kembali memadati jalan raya dan fasilitas-fasilitas umum. 

"Itu menurut saya mengindikasikan bahwa apa yang digariskan oleh pemerintah itu tidak semuanya diikuti oleh masyarakat," ujar anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Partonan Daulay saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (20/5).


Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menilai maju mundurnya peraturan itu akibat dari simpangsiurnya kebijakan itu sendiri yang akhirnya masyarakat bereaksi lantaran kerap dibuat bingung.

"Nah, menurut saya itu sudah tidak efektif lagi ungkapan-ungkapan (yang simpang siur) seperti itu," ujarnya.

Bahkan, lanjut Saleh, beberapa reaksi masyarakat di media sosial seperti #IndonesiaTerserah itu seolah menunjukkan bentuk perlawanan masyarakat terhadap pemerintah secara halus.

"Karena sekarang masyarakat mulai menggugat, ada yang populer kemarin tuh #IndonesiaTerserah. Yaa itu adalah gambaran dari ini, di mana orang sekarang sudah enggak begitu memperdulikan aturan dan kebijakan sebagaimana yang disampaikan pemerintah, ya terserah saja," tuturnya.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR ini mengatakan, jangan sampai lagi ada kebijakan yang simpang siur dan inkonsisten dari pemerintah itu sendiri. Sebab, hal ini akan berdampak langsung pada rakyat.

"Karena semakin banyak aturan yang dikeluarkan semakin banyak pelanggaran itu terjadi," demikian Saleh Daulay.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya