Berita

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu bertajuk 'Adakah Optimisme Umat Islam Membangun Peradaban Baru: Bagaimana Ke Depan?'/RMOL

Politik

Meutya Hafid: Tempatnya Cendekiawan Muslim, Muhammadiyah Bisa Memajukan Peradaban Dunia

RABU, 20 MEI 2020 | 02:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Islam sebagai agama pembawa rahmat bagi semua atau Rahmatan Lil Alamin memiliki peranan penting dalam memajukan peradaban dunia.

Muhammadyah dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dalam hal ini intelektual atau cendekiawan muslimnya menjadi modal besar untuk mendorong perubahan dan kemajuan Islam itu sendiri.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid saat mengisi diskusi daring #10 Muhammadiyah Ranting Pondok Labu bertajuk 'Adakah Optimisme Umat Islam Membangun Peradaban Baru: Bagaimana Ke Depan?', Selasa malam (19/5).


"Muhammadiyah ini pusatnya tempatnya para cendekiawan. Kita bisa memajukan peradaban Islam yang lebih baik, bahkan peradaban dunia yang lebih baik dan dimotori oleh kaum muslimin dan muslimat," ujar Meutya Hafid.

Politikus Muda Partai Golkar ini menilai, isu-isu yang berkembang di dunia khususnya Islam, seperti hak asasi manusia (HAM), emansipasi wanita, hingga ketidakadilan sedianya mesti terus menerus digaungkan di dunia internasional.

Selain itu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan selaras dengan salah satu ciri gerakan Muhammadiyah.  

"Peran Muhammadiyah yang kita ketahui menggabungkan pembelajaran tentang agama dan juga science bisa dikuatkan lagi. Cendekiawan muslim harus ikut berperan. Kajian di internal cendekiawan muslim juga harus disiarkan dengan rajin ke dunia," tuturnya.

"Jadi itu mungkin yang bisa kita gabungkan dengan kondisi-kondisi terkini dan bagaimana bersama-sama kita bisa memajukan peradaban Islam yang lebih baik bahkan peradaban dunia," demikian Meutya Hafid.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya