Berita

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti/Net

Politik

PP Muhammadiyah Sarankan Pemerintah Mendengar Masukan Prof Din Syamsuddin

SELASA, 19 MEI 2020 | 19:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah sebaiknya mendengar masukan dari tokoh bangsa seperti Profesor Din Syamsuddin yang menyebut bahwa program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mesti dilakukan secara konsisten agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (19/5).

"Sebaiknya Pemerintah mau mendengar kritik para tokoh masyarakat dan memperbaiki kinerja dalam pemberlakuan PSBB dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dengan sebaik-baiknya," ujar Abdul Mu'ti.


Menurutnya, masukan dari Prof Din Syamsuddin sangat relevan mewakili apa yang dirasakan masyarakat dan umat Islam dalam menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19) di tanah air.

"Kalau saya pahami, konteks pernyataan Pak Din ada dua. Pertama, agar Pemerintah konsisten menegakkan aturan PSBB. Memang selama ini ada kesan, Pemerintah tidak menegakkan aturan sebagaimana mestinya. Akibat dari sikap Pemerintah tersebut masyarakat yang semula patuh berubah prilakunya," ucapnya.

Kedua, lanjut Abdul Mu'ti, Prof Din Syamsuddin justru mengajarkan kepada umat Islam agar bisa menjadi contoh teladan dalam mematuhi PSBB dan menjadi komunitas yang berperan penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Salah satu caranya adalah mematuhi fatwa MUI dengan melaksanakan ibadah di rumah," tuturnya.

"Tidak ada yang kontroversial dalam disampaikan Pak Din," demikian Abdul Mu'ti.

Sekadar informasi, Din Syamsuddin menyarankan pemerintah untuk melaksanakan secara konsekwen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum.

Hal ini antara lain agar tidak ada anggapan bahwa pemerintah justru melanggar aturan yang dibuatnya sendiri disaat masyarakat diminta tetap dirumah masing-masing, namun beberapa penyelenggara negara mengadakan acara konser amal yang ramai diberitakan mengumpulkan banyak orang.   

"Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain," ujar Din Syamsuddin.

Pemerintah juga diminta bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

"Mengapa pada saat demikian pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat. Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?" demikian Din Syamsuddin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya