Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping/Net

Jaya Suprana

Makin Berseteru Gegara Corona

SELASA, 19 MEI 2020 | 09:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DEMI mampu berjaya menaklukkan pageblug virus corona baru (Covid-19), umat manusia di planet bumi bersatupadu demi saling membantu.

Saling Tuduh

Kuba membantu Italia, Jerman membantu Spanyol, Vietnam membantu Laos, India membantu dunia dengan kebudayaan namaste sampai ayurveda, RRC mengirimkan obat-obatan dan APD ke seluruh penjuru dunia, meski Indonesia sibuk memerangi corona di dalam negeri sendiri namun masih sempat  mengirimkan sumbangsih pertolongan bagi para korban gempa bumi di Fiji.


Lain halnya dengan Republik Rakyat China dan Amerika Serikat. Dua negara yang sebelum corona sudah tidak terlalu akur itu malah akibat corona makin lebih tidak akur lagi.

AS dan RRC saling menuduh sebagai biang keladi penyebab malapetaka wabah Covid-19 yang memporakporandakan marcapada.

Donald Trump menuduh virus corona berasal dari pasar tradisional penyaji daging kelelawar di Wuhan, sementara Xi Yingping menuduh virus corona dibawa delegasi olahragawan USA yang berkunjung ke Olimpiade Tentara di Wuhan.

Pompeo

Menteri Dalam Negeri AS, Mike Pompeo sesumbar memiliki cukup banyak bukti bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium peneliti mikrobiologi di Wuhan tanpa membeberkan satu bukti pun yang dimiliki.

Sementara pemerintah China menghujat Pompeo sebagai orang sinting melakukan diplomasi virus.

Kementerian Keuangan AS mengancam akan menyandera surat berharga China di AS sampai pemerintah China mengakui dosa mereka menyebar virus corona ke seluruh dunia termasuk AS.

Pemerintah China mengusulkan sebuah investasi internasional terhadap kegagalan AS membendung pageblug corona di dalam negeri AS sendiri.

Sementara Donald Trump menuding China curang melancarkan serangan menghancurkan ekonomi AS dengan strategi merusak sistem ketenagakerjaan AS.

Sebaliknya China meyakini AS curang sebab sudah putus asa tidak mampu bersaing ekonomi secara sehat.

Putus Hubungan

Dipandang dengan lensa politik kekuasaan di dalam negeri masing-masing, Xi lebih diuntungkan ketimbang Trump. Posisi Xi di dalam negerinya sendiri relatif lebih aman ketimbang posisi Trump di dalam negerinya sendiri.

Xi tidak terancam pemilihan umum sementara Trump terpaksa menghadapi ancaman pilpres pada tahun ini juga apabila tidak ditunda akibat Corona.

Maka Trump nekad menggelorakan semangat permusuhan terhadap China sebagai kampanye pilpres agar dirinya terpilih kembali menjadi Presiden akibat meyakini bahwa mayoritas warga USA setuju dengan politik bermusuhan dengan China yang sebenarnya tidak menyelesaikan prahara corona di dalam negeri USA dengan jumlah korban nyawa terbanyak di planet bumi ini.

Sesuatu keyakinan yang sangat riskan di suasana serba tidak menentu yang mustahil bisa diperhitungkan apalagi diyakini pasti benar pada masa pageblug corona sedang merajalela.

Namun tampaknya Trump sudah sedemikian kewalahan sehingga bahkan mata-gelap melontarkan ancaman bahwa Amerika Serikat akan memutus hubungan dengan China apabila China tidak mau mengaku dan bertanggung-jawab sebagai biang-keladi pageblug virus corona!

Penulis adalah pembelajar geopolitik yang mendambakan persatuan umat manusia demi bersatu melawan corona.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya