Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto konferensi pers secara virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo/Ist

Politik

Menko Airlangga: Tidak Ada Pelonggaran PSBB Selama Dua Pekan Ke Depan

SELASA, 19 MEI 2020 | 00:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum akan diterapkan pemerintah dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto sekaligus meluruskan pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD yang sebelumnya menyebut pemerintah memperhitungkan relaksasi PSBB guna penyelamatan ekonomi.

“Kami masih melihat sektor dan daerah, belum tentu ada jadwal yang ditetapkan. Dalam dua minggu ini ditegaskan belum ada pelonggaran PSBB,” tegas Menko Airlangga saat jumpa media secara virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Senin (18/5).


Pihaknya juga menepis kabar adanya jadwal pembukaan operasional pusat perbelanjaan pada 8 Juni 2020 mendatang. Pemerintah, kata Airlangga, saat ini tengah mengkaji sektor ekonomi dan daerah mana saja yang boleh dilakukan pelonggaran PSBB.

“Seluruhnya itu akan menunggu kajian yang akan dilakukan dua pekan,” tambahnya.

Dalam kurun waktu dua pekan ini, lanjut Airlangga, pemerintah akan mengkaji beberapa tahapan daerah untuk menghadapi fenomena kehidupan normal yang baru atau the new normal.

Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah pengembangan sistem scoring atau penilaian tentang tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemik Covid-19.

“Kami akan menyiapkan mekanisme scoring, baik itu berdasarkan perhitungan epidemologi berbasis Ro (reproduksi), maupun kesiapan daerah terkait dengan perkembangan penyakit, pengawasan virus, maupun kapasitas kesehatan,” paparnya.

Selain itu, kesiapan sektor publik masing-masing Kementerian/Lembaga, tingkat kedisiplinan masyarakat, maupun respons publik terhadap cara bersosialisasi dalam fenomena the new normal juga menjadi salah satu pertimbangan.

Adapun tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemik Covid-19 itu ada lima level, yaitu Level 1 masih kritis (belum siap), Level 2 parah (belum siap), Level 3 substansial (mulai siap sebagian), Level 4 moderat (siap lebih banyak), dan Level 5 rendah (siap semua).

“Bila R0 kurang dari satu, bisa dibuka untuk normal baru,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya