Berita

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy/Ist

Politik

Pelonggaran PSBB Masih Terus Dikaji Di Tengah The New Normal

SENIN, 18 MEI 2020 | 23:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Percepatan penanganan dampak Covid-19 dengan mengurangi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini menjadi fokus pemerintah. Pengurangan pembatasan dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakat agar ekonomi tetap stabil, sekaligus mengendalikan wabah Covid-19.

Demikian disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy saat jumpa pers di Kantor Gugus Tugas Covid-19, Jakarta, Senin (18/5).

"Intinya pada rapat tentang percepatan penanggulangan Covid-19, kita mengurangi pembatasan sosial. Jadi mengurangi PSBB dalam rangka untuk meningkatkan atau memulihkan produktivitas. Di satu sisi lain juga wabah Covid-19 tetap bisa dikendalikan," ujar Muhadjir Effendy.


Sejumlah pertimbangan telah diperhitungkan pemerintah dalam melonggarkan PSBB, salah satunya karena hingga saat ini belum ada satupun vaksin Covid-19 ditemukan di dunia. Karena itu, PSBB sedang dirumuskan untuk dikurangi dengan catatan tetap memberlakukan sistem yang ketat agar Covid-19 tetap bisa dikendalikan.

"Tetap ditekan hingga nanti sampai pada antiklimaksnya akan selesai, terutama ketika telah ditemukannya vaksin," urainya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan imbauan Presiden Joko Widodo untuk beradaptasi dengan Covid-19 karena sebagaimana disampaikan organisasi kesehatan dunia (WHO), pandemik Covid-19 belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.

"Kita akan berada dalam situasi yang berbeda (the new normal) dengan keadaan normal sebelumnya, kita menghadapi suasana lingkungan yang menuntut harus bersama-sama dengan Covid-19 ini," tuturnya.

"Untuk itu, bapak presiden telah menetapkan perlunya kajian yang cermat dan terukur serta melibatkan banyak pihak dalam mempersiapkan tahapan-tahapan pengurangan PSBB," demikian Muhadjir Effendy.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya