Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Darmadi Durianto/Net
Dalam rangka menggenjot sektor UMKM di tengah pandemik Covid-19, pemerintah berencana menyuntikkan modal ke PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 2,5 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Menurut anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, rencana kebijakan tersebut sudah tepat dilakukan lantaran PNM merupakan garda terdepan dalam sektor ekonomi kerakyatan.
"Kita dukung langkah pemerintah yang menggelontorkan dana Rp 2,5 triliun untuk PNM. PNM merupakan lembaga keuangan mikro yang berhubungan langsung dengan kegiatan ekonomi rakyat di bawah dan memang perlu ditopang oleh negara PNM ini," kata Darmadi Durianto kepada wartawan, Senin (18/5).
Politisi PDIP ini mengurai, total dana segar yang diterima PNM tersebut berasal dari dua instrumen. Pertama dari APBN 2020 sebesar Rp 1 triliun yang disahkan melalui Perpres 54/2020. Serta kedua sebesar Rp 1,5 triliun melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN).
Kendati demikian, Darmadi mendorong agar gelontoran dana bagi PNM perlu lebih ditingkatkan dari jumlah yang ada saat ini agar sektor UMKM lebih bergeliat lagi.
"Saran saya tambahin atau lipatgandakan Rp 2 T melalui dana talangan dengan catatan nantinya harus dikembalikan dengan bunga rendah. PNM itu bagus, manajemennnya kuat dan NPL rendah. Jadi sudah pasti akan kita
support BUMN yang berprestasi semacam ini," katanya.
Darmadi menambahkan, keberadaan PNM sangat dibutuhkan masyarakat kelas menengah ke bawah yang penghasilan utamanya berasal dari hasil usaha atau dagang. Terlebih saat ini banyak kepala keluarga yang terkena PHK di tengah pandemik Covid-19.
"PNM cukup berkontribusi besar di tengah pandemik Covid-19 sekalipun. Mereka misalnya memberikan relaksasi kredit bagi 109 ribu nasabahnya yang terimbas wabah Covid-19," terang dia.
Pun demikian bila dilihat dari capaian bisnisnya. Sejauh ini, capaian PNM cukup memuaskan. Diuraikan Darmadi, tahun 2019 produk PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mampu menaikkan pembiayaan hingga 4 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Kemudian Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), pada 2017, pembiayaan ada di angka Rp 6,02 triliun sedangkan di 2019 pembiayaan Rp 24,06 triliun.
Darmadi juga mengungkapkan, berdasarkan catatannya, di tahun 2019 jumlah nasabah PNM terus meningkat. Nasabah Mekaar mencapai 6.043.840 atau meningkat 48,97 persen secara yoy dari 4.057.129 nasabah pada Desember 2018-Desember 2019.