Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo/Net

Dunia

Soroti China Yang Ganggu Para Jurnalis Di Hong Kong, Menlu Pompeo: Mereka Bukan Kader Propaganda

SENIN, 18 MEI 2020 | 08:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyoroti berbagai gangguan dan ancaman yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap pekerjaan para jurnalis AS di Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (17/5), Pompeo mengatakan, setiap tindakan yang melanggar otonomi Hong Kong dapat mempengaruhi penilaian AS terhadap status wilayah tersebut.

"Para jurnalis ini adalah anggota pers bebas, bukan kader propaganda, dan laporan mereka yang berharga memberi informasi kepada warga China dan dunia," ujar Pompeo seperti dilansir CNA.


Pada 1997, Inggris sendiri sudah mengembalikan Hong Kong ke China. Wilayah tersebut kemudian diberikan otonomi tingkat tinggi selama 50 tahun, yang kemudian membuat Hong Kong berkembang menjadi pusat keuangan dunia.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan China terlibat perseteruan, khsususnya dalam penanganan awal wabah virus corona baru. Di mana Pompeo dan Presiden Donald Trump sangat vokal untuk menyalahkan China.

Pompeo pada 6 Mei juga mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri menunda laporan kepada Kongres untuk menilai apakah Hong Kong mendapatkan otonomi yang cukup dari China.

Pompeo mengatakan pada saat itu penundaan tersebut untuk memungkinkan laporan untuk mempertanggungjawabkan tindakan apa pun yang mungkin dipertimbangkan oleh Beijing menjelang Kongres Rakyat Nasional China 22 Mei.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya