Gubernur Anies dalam acara Webinar yang dilaksanakan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII)/Repro
Kondisi pandemik covid-19 memaksa telah memaksa masyarakat banyak menggunakan infrastruktur digital dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan infrastruktur digital yang mendukung di wilayah Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai rumah ibadah masjid juga perlu bertransformasi digital yang memiliki jangkauan dan kegiatan lebih luas.
Hal ini disampaikan Gubernur Anies dalam acara Webinar yang dilaksanakan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Sabtu (16/5)bertema ‘Momentum Kebangkitan Umat: Peran Masjid Dalam Pemberdayaan Ekonomi Dan Sosial Umat Di Tengah Pandemi Covid-19’.
Turut juga dihadiri oleh Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada; anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie, mantan wakil Presiden yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla; Motivator Rendy Syahputra; Entrepernur, Valentino Dinsi; dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam, Moh. Agus Salim.
“Masa pandemik memaksa keluarga harus menggerakkan kegiatan ibadahnya di rumah, menjadi imam shalat wajib dan Shalat Tarawih, ini seperti tradisi Rasulullah, semua ibadah puasa banyak dikerjakan di rumah, ramadhan tanpa masjid, ramadhan kembali ke rumah†ungkapnya.
Dengan memanfaatkan infrastruktur digital teknologi, fungsi dakwah bisa dilakukan dari rumah. Seperti kegiatan webinar yang bisa dilakukan dari banyak arah. Ke depan, Anies berharap masjid yang selama ini sebagai sarana dakwah bisa dijadikan
virtual house.
Masjid, menurut mantan Mendikbud ini mencerminkan sosial dan ekonomi dari lingkungan yang ada di sekitar. Masjid menjadi
hardware tergantung sosial ekonomi dan pemahaman.
“Biasanya aktivis ini imajinasinya kaya sekali, karena itulah aktivis memiliki angan-angan. Jadi ini kesempatan untuk menentukan masa depan seperti apa sambil kita membaca perubahan†jelas mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM tahun 90-an ini.
Sementara itu, Jusuf Kalla mengajak masyarakat selalu disiplin berada di rumah di masa pandemik Covid-19 seperti saat ini. Pihaknya juga mendorong masjid agar menjalankan dan mengerakkan UMKM agar memberi penghidupan untuk memperbaiki penghasilan masyarakat di sekeliling masjid.
“Upaya-upaya menggerakkan masyarakat dan jamaah untuk saling membantu seperti pemberian sembako terus dilakukan," tandasnya.