Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Inilah Indonesiaku

MINGGU, 17 MEI 2020 | 19:57 WIB

KENAPA Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa ini? Karena memang Indonesia adalah kumpulan manusia yang berbeda-beda agama, suku, ras dan golongan, menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Perbedaan itulah yang menjadi kekuatan bangsa ini, kalau tidak ada perbedaan, belum tentu bangsa Indonesia bisa sekuat ini. Indonesia adalah kumpulan perbedaan. Karena dasarnya manusia Indonesia memang saling mendukung dan menghormati satu dengan lainnya.

Zaman perang, musuh utama kita adalah para penjajah. Semua suku, agama, ras dan golongan di bumi Indonesia bersatu, tidak ada yang memisahkan diri dari  untuk melawan penjajah. Semua bersatu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan aman. Karena penjajah tidak peduli, apa agama, suku, ras dan golongan rakyat Indonesia.

Kita sekarang ini melawan musuh bersama, melawan penjajah yang bernama virus corona. Virus ini sama seperti penjajah, karena dia menyerang tanpa memilih agama, suku, ras dan golongan tertentu, Semua lapisan diserang. Ini masalah kita bersama, kita ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan aman, maka tidak ada jubah keagamaan, jubah suku, jubah ras dan jubah golongan.


Banyak masyarakat yang terkena imbas virus corona, bukan hanya terjangkit virus penyakit, tapi virus ini juga meruntuhkan dapur masyarakat, meruntuhkan pendapatan masyarakat. Masyarakat banyak kehilangan pendapatan secara mendadak, banyak perusahaan tutup sehingga tidak ada kesempatan masyarakat yang kehilangan pendapatan untuk mencari kerja lagi.

Ini soal perut, ini soal kelangsungan hidup, ini soal kebutuhan yang sangat mendasar, maka ketika kami  membuat gerakan “Masak bersama” untuk sedikit membantu meringankan beban masyarakat, kami ingin gerakan ini berkembang dan bergerak ke seluruh Indonesia. Kami tidak menyangka respon dari berbagai lintas agama, lintas suku, lintas ras dan lintas golongan mendukung gerakan ini.

Saya mendengar ada yang berpendapat  bahwa kebhinekaan di Indonesia sudah tidak ada, tapi dengan ada respon terhadap gerakan ini, saya yakin pendapat itu salah. Saya sudah membuktikan bahwa, ketika bangsa ini sedang dilanda kesulitan, kebhinekaan itu hadir disana.

Saya sebagai Ketua Satgas Lawan Covid-19 berani menyatakan Inilah Indonesiaku! Bangsa yang penuh dengan perbedaan, bangsa yang dihuni oleh manusia-manusia yang punya kepedulian dan memiliki hati yang sangat lembut.

Sufmi Dasco Ahmad
Ketua Satgas Lawan Covid-19_DPR RI

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya