Berita

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat pemantapan Kampung Tangguh di Sidoarjo/Ist

Nusantara

Rapat Tengah Malam, Khofifah Instruksikan Kampung Tangguh Di Sidoarjo

MINGGU, 17 MEI 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Untuk mengoptimalkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin dan para Forkopimda Sidoarjo menggelar rapat koordinasi di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, tengah malam,  Sabtu (16/5) .  

Gubernur Khofifah meminta Kab. Sidoarjo untuk mengambil langkah yang lebih signifikan, baik percepatan testing, tracing maupun penguatan layanan kuratifnya. Juga agar dilakukan pencegahan dengan mensinergikan posko Covid-19 di Sidoarjo dengan Kampung Tangguh seperti  yang ada di Malang.  Keberadaan Kampung Tangguh tersebut merupakan bentuk dari kesiapsiagaan dan kemandirian menghadapi persoalan pandemi Covid-19 ini yang dipandu oleh Universitas Brawijaya sehingga pendekatan layanannya lebih komprehensif.

"Kampung Tangguh ini, juga menginisiasi warga kampungnya dengan gerakan tangguh bencana termasuk bencana nonalam seperti pandemi Covid-19 dengan manual yang disiapkan secara virtual," imbuhnya.  


"Sisa waktu PSBB tahap ke dua ini kami  ingin Sidoarjo makin masif melakukan rapid tes, progresif melakukan tracing serta penguatan layanan kuratif. Sidoarjo juga bisa mensinergikan dengan format  Kampung Tangguh yang ada di Malang yang terbukti memiliki kesiapsiagaan yang sangat baik,  terutama dalam menghadapi pademi Covid-19," sambug Gubernur Khofifah.  

Dijelaskannya, contoh  Kampung Tangguh yang ada di kampung Cempluk Kecamatan Dau Kabupaten Malang  tersebut disetiap RT/RW dilengkapi dengan CCTV sehingga warga bisa memantau aktifitas yang ada di dalam kempung tangguh tersebut.  Selain itu,  terdapat pojok curhat yang dilakukan secara virtual sehingga memudahkan para psikolog  untuk langsung merespon setiap keluhan warganya.

Khofifah menjelaskan, Sidoarjo juga bisa mereplikasi Lumbung Pangan yang ada di dalam Kampung Tangguh tersebut. Keberadaan Lumbung Pangan  diwujudkan lewat kemandirian pangan di tingkat RW yang digerakkan oleh relawan , dan warga setempat.

"Lumbung pangan tersebut menyediakan sembako mulai beras, minyak goreng hingga gula. Stok lumbung pangan sebagai kesiap siagaan pangan disiapkan gratis untuk warga terdampak di RW terkait ," terangnya.  

Orang nomer satu di jajaran Pemprov Jatim tersebut, berharap, agar seluruh stakeholder di Sidoarjo melakukan langkah langkah yang lebih detail dan terukur agar penyebaran Covid-19  bisa di turunkan dan dihentikan secara signifikan. "Jadi titik kluster mana saja di Sidoarjo harus  dilakukan tracing lebih luas, detail dan mendalam serta layanan yang lebih masif lagi,"jelasnya.  

Pihaknya meyakini,  apabila semakin cepat suatu daerah dilakukan tes maupun tracing dan cepat di treatmen insyallah akan cepat sembuh.  Oleh karenanya,  peta titik kluster yang ada di Sidoarjo perlu dicek bersama sekaligus penyiapan format yang memungkinkan mengawinkan antara posko Covid yang ada di desa milik Sidoarjo dengan kampung tangguh versi Malang.

"Nantinya kampung tangguh di Surabaya akan diinisiasi oleh tim asistensi dari  Kodam V Brawijaya yang dikomandani oleh para kolonel kolonel. Sedangkan,  jajaran dari Polda akan menyiapkan tim pengampu yang akan dikomandani langsung oleh Wakapolda Jatim. Mudah mudahan selesai proses di Surabaya akan bisa di replicate oleh daerah lain seperti Sidoarjo, " tegas Mantan Mentri Sosial tersebut.  

Sementara itu,  Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin mengatakam,  Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini secara masif.  Bahkan,  jajaran kepolisian,  TNI bersama aparat desa melakukan operasi besar besaran pada jam PSBB. Begitu juga dengan sanksi sosial bagi pelanggar juga akan diberlakukan pada esok hari (17/5).

Pihaknya menegaskan,  bahwa pandemi Covid-19 ini penyebarannya bisa dihentikan jika mampu menjaga pertahanan yang ada di desa.  Bahkan,  pihaknya telah mempersiapkan form keterangan bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan darurat diluar rumah.  "Kami yakin,  jika ketika kita bisa menjaga desa maka penyebaran Covid-19 tidak akan meluas," tutupnya.  

Turut mendampingi kunjungan kerja Gubernur Khofifah antara lain Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono,  Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi,  Ketua Gugus Tracing Covid -19 dr.  Kohar Hari Santosa dan Kadis PMD Yasin.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya