Berita

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus (Tb) Ace Hasan Syadzily/Repro

Politik

Hadapi Covid-19, Tb Ace: Selain Hifdzun Nafs Juga Harus Diiringi Hifdzul Maal

SABTU, 16 MEI 2020 | 20:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sebuah gagasan dalam hukum Islam bahwa diturunkannya syariah oleh Allah SWT memiliki tujuan-tujuan tertentu atau disebut maqashid syariah. Dalam menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19) ini tidak hanya dibutuhkan hifdzun nafs (menjaga jiwa). Namun juga harus diimbangi oleh hifdzul maal (menjaga harta/ekonomi) pada sisi yang lain.

Barangkali, pemerintah tengah mencari solusi dalam rangka mengupayakan hifdzul maal yang juga akan berimplikasi pada hifdzun nafs dalam rangka menyelamatkan jutaan rakyat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus (Tb) Ace Hasan Syadzily saat mengisi diskusi daring bertajuk "Agama dan Kemanusiaan Pasca Covid-19" yang diselenggarakan oleh IKAFAH (Ikatan Alumji Fakultas Adab dan Humaniora) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (16/5).


"Saya kira, mungkin inti yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana di satu sisi kita bisa memprioritaskan tujuan syariat apa yang disebut dengan hifdzun nafs, tetapi di sisi lain kita pun juga harus mencari formula agar Hifdzul Mall untuk menjaga kesinambungan dan ketahanan ekonomi," ujar Tb Ace.

"Nah tentu pemerintah lagi mencari akal (mengantisipasi Covid-19)," imbuhnya.

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini memahami apa yang tengah dan telah menjadi kebijakan pemerintah antara lain untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Sebab, ditengah ketidakpastian dan keterpurukan ekonomi, kehidupan masyarakat harus tetap berjalan.

"Kenapa? Karena kalau misalnya situasi ini (Covid-19) terus berjalan, tentu kemampuan negara kita untuk menopang bagi kehidupan masyarakat, terutama ekonomi," tuturnya.

Meskipun, lanjut Tb Ace, pemerintah telah menggelontorkan anggaran belanja triliunan untuk menjamin kebutuhan hidup masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun, jaring pengaman sosial tersebut juga sumber utama uangnya dari pergerakan ekonomi.

"Pemerintah saya kira juga tidak bisa sepenuhnya bisa menggantungkan diri kepada misalnya ada upaya untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti program perlindungan sosial. Program perlindungan sosial tentu sumber utamanya adalah dari aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

"Nah, jadi ini harus kita pikirkan bersama-sama bagaimana menjadikan hifdzun nafs juga harus diiringi dengan hifdzul maal," tutup politisi Golkar ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya