Berita

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024/Net

Politik

Jokowi Khianati Cita-cita Reformasi, Wajar Parpol Pendukung Kini Mengkritik

SABTU, 16 MEI 2020 | 05:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tak ada alasan yang bisa dibenarkan terkait kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Perpres 64/2020.

Terlebih, kebijakan yang mengingkari putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut dilakukan secara diam-diam saat masyarakat sibuk menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

"Pemerintah seperti memanfaatkan momen Covid-19 ini (untuk menaikkan BPJS)," kata Koordinator Pro Demokrasi (ProDEM) Sulawesi Selatan, Andi Ibrahim Amirudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/5).


Ia berpandangan, menaikkan iuran BPJS Kesehatan adalah cerminan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tidak peka dengan kesulitan masyarakat. Padahal, sudah jelas-jelas virus Covid-19 yang telah menyebar di hampir seluruh wilayah Indonesia ini tak hanya berdampak pada kesehatan, melainkan sudah merambah ke sektor ekonomi.

"Naiknya iuran BPJS Kesehatan akan menambah beban masyarakat. Pemerintah mencerminkan ketidakkonsistenan dalam mengambil langkah kenaikan iuran BPJS karena sebelumnya MA membatalkan kenaikan iuran," tegasnya.

Oleh karena itu, ia tak heran bila sejumlah politisi dari partai politik pendukung Jokowi ramai-ramai mengkritik kebijakan pemerintah, seperti dari Golkar hingga PDIP sebagai parpol pengusung utama pada Pilpres 2019 kemarin.

"Sudah sepantasnya dikritik oleh parpol pendukung karena mengambil keputusan secara sepihak. Jadi kesimpulannya, pemerintah mengkhianati cita-cita reformasi dan stop komersialisasi kesehatan, (ibarat) orang miskin dilarang sakit," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya