Berita

Sri Mulyani Indrawari saat dipanggil Presiden Joko Widodo untuk kembali menduduki kursi Menteri Keuangan/Ist

Politik

Sejalan Dengan Arahan RR, Sri Mulyani Kini Fokus Tangani Covid-19, Anggaran Ibukota Baru Tak Masuk RAPBN 2021

SABTU, 16 MEI 2020 | 00:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beragam kritikan terkait program pembangunan Ibukota baru di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) sepertinya kini didengar pemerintah.

Melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah memastikan tidak ada anggaran pembangunan Ibukota baru pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

"Kalau perencanaan ya silakan saja perencanaan, namun pengeluaran belanja IKN (Ibukota Negara) itu enggak ada, di 2021 tidak dicadangkan untuk itu," ujar Sri Mulyani dalam acara Rosi yang disiarkan Kompas TV, Kamis (14/5).


Hal itu bahkan sudah ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo selaku kepala negara, meski kemungkinan perencanaan Ibukota Negara masih bisa dibahas.

"Fokus kita, saya sampaikan kepada Pak Presiden, 'Ini masih pemulihan, Bapak'," lanjut Sri Mulyani.

Ia menjabarkan, saat ini alokasi yang masuk yakni pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu masuk ke anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang secara keseluruhan telah dipangkas sebesar Rp 44,58 triliun untuk penanganan Covid-19.

Hal itu tentu sejalan dengan beragam kritikan dari sejumah praktisi dan aktivis mengenai niatan pemerintah untuk tetap menjalankan ambisi pembangunan Ibukota Negara di tengah pandemik Covid-19. Salah satu yang vokal dalam mengkritik pemerintah adalah ekonom senior Rizal Ramli.

Beberapa kali RR, sapaan Rizal Ramli mendesak agar anggaran pembangunan Ibukota ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu berkali-kali meminta pemerintah menunda proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Tanah Air, termasuk pembangunan Ibukota baru.

"(Pemerintah masih punya) Total 207 triliun. Hentikan proyek infrastruktur yang enggak jelas juga, Ibukota baru itu. Hentikan dulu, pake uangnya (tangani corona)," kritik Rizal Ramli, Selasa (21/4) silam.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya