Berita

Pengamat politik Ujang Komarudin/Net

Politik

Kader PDIP Kritik Jokowi Soal Iuran BPJS, Pengamat: Biar Seolah-olah Kelihatan Prihatin Dengan Wong Cilik

JUMAT, 15 MEI 2020 | 15:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritikan yang dilayangkan kader PDI Perjuangan terhadap pemerintahan yang telah menaikkan iuran BPJS Kesehatan dinilai hanyalah sebatas kamuflase semata. Tujuannya, bisa saja agar seolah-olah partai moncong putih tetap pro terhadap masyarakat yang kesulitan.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu Jumat (15/5).

"Soal kader PDI Perjuangan ada yang mengkritik kebijakan Jokowi tersebut. Itu hanya agar terlihat peduli seolah-olah prihatin atas nasib wong cilik. Dan kritikan tersebut tak membuat Jokowi mencabut Perpres," kata Ujang Komarudin.


Pengamat Politik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menilai, jika memang PDI Perjuangan prihatin terhadap nasib 'wong cilik' maka akan menyatakan sikap menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut atas nama partai.  

Jika tidak dilakukan, lanjut Ujang Komarudin, berarti tidak menutup kemungkinan hanya upaya kamuflase belaka.

"Harusnya resmi dari partai. Dari DPP PDIP-nya yang mengkritik," tuturnya.

"Ini soal memanfaatkan momentum saja. Agar partai wong cilik bisa terselamatkan. Dan momentum agar PDIP tak ikut-ikut disalahkan oleh rakyat," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya