Berita

Antrean calon penumpang di Terminal 2 Bandara Soetta/Net

Nusantara

Berbenah, Bandara Soetta Terapkan Sistem Antrean Baru Dan Batasi Frekuensi Penerbangan

JUMAT, 15 MEI 2020 | 10:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PT Angkasa Pura II (Persero) langsung berbenah usai tumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menjadi viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Bersama stakeholder lain, Angkasa Pura II menerapkan kebijakan baru untuk memastikan kelancaran serta terciptanya physical distancing para calon penumpang saat memproses keberangkatan rute domestik. Penerapan ini sesuai dengan kaidah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengurai bahwa kebijakan baru itu adalah penataan kembali sistem antrean penumpang, pembatasan frekuensi penerbangan, dan dipastikannya jumlah penumpang di setiap penerbangan hanya 50 persen dari kapasitas kursi pesawat.


Adapun kebijakan baru itu mulai berlaku per hari ini, Jumat (15/5).
 
“Kami telah melakukan evaluasi dan kemudian mengimplementasikan kebijakan baru,” ujarnya kepada redaksi.

Di Terminal 2, sistem antrean penumpang dibagi menjadi 4 posko, di mana posko pertama adalah verifikasi dokumen calon penumpang yang dilakukan di curb side atau menjelang pintu masuk gedung terminal.

Posko kedua di dalam gedung terminal adalah tempat calon penumpang mengisi dokumen kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) dan formulir epidemiologi, serta pengukuran suhu tubuh.
 
Selanjutnya, calon penumpang memasuki pos pemeriksaan pertama (SCP I) untuk kemudian dilakukan verifikasi surat kesehatan dan dilakukan tes kesehatan oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kemudian calon penumpang menuju konter check in untuk verifikasi seluruh dokumen dan memproses check in.
 
“Melalui sistem antrean yang baru ini, flow penumpang pagi ini sangat lancar ketika memproses keberangkatan domestik di Terminal 2. Secara umum, prosedur keberangkatan domestik juga sama dilakukan di Terminal 3,” jelas Muhammad Awaluddin.

Selain sistem antrean, ada juga pembatasan frekuensi penerbangan. Telah disepakati slot penerbangan menjadi hanya 5 sampai 7 penerbangan per jam di Terminal 2 agar tidak terlalu menumpuk di jam-jam tertentu.
 
Adapun di tengah pandemik ini penerbangan di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan.

Sementara itu, maskapai hanya akan mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 persen dari total kapasitas kursi pesawat pada setiap penerbangan.

“Ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19,” demikian Muhammad Awaluddin.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya