Berita

Waketum Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Penumpang Di Bandara Soetta Membeludak, Arief Poyuono: Jika Tidak Ditindak Akan Rusak Citra Indonesia Di Mata Dunia

KAMIS, 14 MEI 2020 | 22:03 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Operator penerbangan sipil dan airport bandara Soekarno Hatta tidak disiplin dalam memberlakukan aturan protokol kesehatan terhadap para penumpang yang membeludak di Bandara Soekarno Hatta saat proses check in dan penumpang di ruang tunggu.

Merespons membeludaknya penumpang pesawat itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono meminta Kemenhub memastikan kejadian tersebut berulang.

Menurut Arief pemerintah dalam hal ini Kemenhub teleh memberi aturan dan prsedur protokol kesehatan bagi setiap operator.  Tujuannya adalah mengantisipasi penyebaran virus.


"Ini tidak boleh terjadi lagi sebab sudah banyak juga ICAO ( International Civil Aviation Organization) dan IATA mengeluarkan himbauan Notam dan prosedur prosedur untuk menghandling penumpanng saat pandemic covid 19," demikian kata Arief, Kamis (14/5)

Lebih lanjut Arief menjelaskan, beberapa aturan itu diantaranya, Quick Reference for Ground Handling during COVID-19 yang dikeluarkan IATA. Selain itu, ada acuan dari ICAO terkait pasengger handling saat Pandemik Covid 19.  

Ia menduga, pihak operator penerbangan yang menghandling penumpang tidak menghiraukan aturan protokol kesehatan yang diharuskan. Aibatnya, terjadi tumpukan penumpang dan tidak ada jaga antar penumpang yang akan melakukan proses check in.

"Harusnya pihak operator Bandara Soetta juga mengingatkan dan menindak tegas operator penerbangan yang tidak bisa menerapkan protokol kesehatan saat melayani penumpang," tandas Arief.

Jika tidak ada tindakan tegas, hal itu akan membawa dampak buruk dengan makin tidak terkendalinya penyebaran Covid-19 serta merusak nama pemerintah Indonesia di mata dunia.

"Bisa-bisa akibatnya jika dibiarkan maka negara kita bisa di banned oleh banyak negara lain yang warganya akan bepergian setelah Covid 19 berakhir," demikian kata Arief.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya