Berita

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin/Repro

Nusantara

Din Syamsuddin: Wabah Corona Ini Kerusakan Akumulatif, Mari Terus Berdoa Bersama

KAMIS, 14 MEI 2020 | 18:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pandemik Covid-19 merupakan salah satu dari manifestasi kerusakan dunia secara akumulatif yang sedikit banyaknya disebabkan oleh rusaknya moralitas kemanusiaan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan umat beragama dalam membangun kesadaran kolektif yang harmonis antarumat beragama yakni dengan terus berikhtiar dan berdoa kepada Tuhan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin dalam acara doa bersama bersama Ulama Mesir secara daring, Kamis (14/5).


Dim menuturkan, pesan dari Grand Syekh Al Azhar Mesir Prof Dr Ahmad Muhammad At Thoyyib agar berdoa bersama untuk kemanusiaan sangatlah penting.

"Wabah corona adalah salah satu dari manifestasi kerusakan dunia, kerusakan global yang bersifat akumulatif (fasadul alam). Maka seruan dari Grand Syekh Al Azhar untuk adanya doa bersama bagi kemanusiaan, sangat penting dan tepat," ujar Din Syamsuddin.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menegaskan, berdoa kepada Allah SWT, apalagi secara bersama diharapkan bisa terus dilakukan seluruh umat beragama, khususnya umat Islam.

"Kita menghadapi masalah kemanusiaan yang sejatinya adalah masalah moral. Maka doa bersama ini adalah salah satu jalan untuk terus menerus kita lakukan. Seperti itu selanjutnya," demikian Din Syamsuddin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya