Berita

Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik/Net

Nusantara

Budi Arie Setiadi Sebut Data Bansos DKI Ngawur, M. Taufik: Wakil Menteri Ngomongnya Jangan Sembarangan

KAMIS, 14 MEI 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penyataan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi yang menyebut data penerima bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta kacau dan ngawur ditanggapi serius oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

Menurut Taufik, yang ngawur justru Wamendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi karena tidak paham dengan fakta dan kondisi yang sebenarnya terjadi

"Menterinya ngawur, suruh dia berdebat sama kita, apa dasarnya dia ngomong kaya gitu, kan nggak ada dasarnya dia ngomong itu," ungkap Taufik saat dihubungi wartawan, Kamis (14/5).


"Orang Kemensos (Kementerian Sosial) saja ngambil data dari kita, wakil menteri ngomongnya jangan sembarangan lah, jangan ngawur," sambungnya

Politisi Partai Gerindra ini pun mengingatkan agar Arie Setiadi jangan asal berbicara tanpa disadari dengan data.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga telah menyatakan kritik dari Budi Arie itu hanyalah salah paham. Ia mengajak Budi Arie untuk duduk bersama membahas masalah data penerima bansos di Jakarta.

"Kalau dari Wamendes merasa masih ada yang kurang, bisa koordinasi dengan pihak kami dan Kemensos di pusat yang sama-sama punya basis data dan bisa saling dicek sama-sama. Kalau di lapangan masih ada yang kurang, nanti kita perbaiki sama-sama," kata Riza, Rabu (14/5).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya