Berita

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia/Net

Politik

Dukung Stimulus Alkes Dalam Negeri, Kepala BKPM: Masak Tempat Tidur Aja Harus Impor

KAMIS, 14 MEI 2020 | 01:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Stimulus alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 sangat diperlukan. Hal ini sejurus dengan arahan Presiden Joko Widodo agar memprioritaskan produksi alat kesehatan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi diskusi daring bertajuk "Investasi Di Masa Pandemi", Rabu (13/5).

"Saya setuju dengan stimulus alat kesehatan," ujarnya.


Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya tengah merumuskan stimulus kesehatan bersama Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta. Rencananya, beberapa bulan kedepan sudah mulai dijalankan stimulus pada sektor kesehatan.  

"Salah satu fokus yang kami lakukan adalah bagaimana mendatangkan investasi khusus di bidang alat kesehatan. Baik dari dalam maupun luar negeri," kata Bahlil.

"Nah ini sekarang BKPM lagi menyusun. Karena calon-calon investornya sudah mulai ada," imbuhnya.

Sebab, lanjut dia, sejauh ini alat kesehatan dalam negeri kerap didapatkan dari hasil impor. Padahal seharusnya, alat kesehatan bisa diproduksi di dalam negeri untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.  

"Masak tempat tidur aja harus beli dari impor. Masa bikin infuse aja impor lama-lama negara kita negara impor kan," katanya.  

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa salah satu faktor kenapa alat kesehatan dalam negeri hampir 90 persen hasil impor. Padahal seharusnya 40 atau 50 persen bisa diproduksi di dalam negeri

"Karena memang pasar kita lebih suka membeli barang-barang impor," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya