Berita

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengungkap daging babi dipalsukan menjadi daging sapi/RMOLJabar

Kesehatan

Demokrat: Pemkab Bandung Kecolongan, Kok Bisa Ada Sapi Palsu Beredar Satu Tahun Tidak Ketahuan

RABU, 13 MEI 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Demokrat Kabupaten Bandung meminta Bupati Bandung Dadang M Naser mengevaluasi kinerja Disperin usai terungkapnya peredaran daging sapi palsu.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Endang SH heran dengan temuan itu. Apalagi peredaran daging palsu hasil olahan dari daging babi telah 1 tahun.

“Kami melihat jajaran Pemkab Bandung khususnya yang membidangi perdagangan kecolongan,” ungkap Endang dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (13/5).


Pucuk pimpinan partai berlambang bintang mercy itu juga mempertanyakan sistem pengawasan yang dilakukan dinas perindustrian dan perdagangan selama ini.

“Kok bisa 1 tahun (komplotan pengedar sapi palsu beroperasi) tidak ketahuan? Berarti pengawasan enggak maksimal. Perlu dievaluasi kinerjanya,” tegas mantan Anggota DPRD itu.

Pengungkapan daging sapi yang ternyata berisi daging babi ini sebelumnya diungkap Jajaran Polresta Bandung, Soreang.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan komplotan pengedar daging sapi palsu di antaranya dua sebagai penjual (inisial P dan T) dan dua pengecer (inisial AR dan AS).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya