Berita

Ilustrasi penambangan/Net

Nusantara

Upaya Bareskrim Polri Sikat Habis Penambang Ilegal Didukung Penuh PMII Sultra

RABU, 13 MEI 2020 | 14:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam penanganan kasus pertambangan PT Bososi di desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara didukung sejumlah pihak.

Salah satunya dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara. Ketua Eksternal PMII Sultra, Addin Lallidon mengatakan, upaya penanganan berupa penyegelan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Bososi sejak Maret lalu merupakan bentuk kepekaan dan langkah tegas Bareskrim Polri dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Kita perlu mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang cepat tanggap dalam menangani kasus ini, dan tak lupa juga Bareskrim Polri harus menyelidiki keterlibatan beberapa oknum dalam kasus kejahatan pertambangan ini," kata Ketua Eksternal PMII Sultra, Addin Lallidon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5).


Addin menegaskan, penanganan kasus tersebut harus tetap berjalan untuk memastikan ada efek jera bagi para mafia tambang. Dikenal dengan kekayaan alamnya, Sultra harus benar-benar bebas dari penambangan ilegal.

"Apalagi dampak illegal mining bagi masyarakat sangat berimbas pada kerusakan lingkungan sekitar. Kasus ini harus benar-benar tuntas," tegasnya.

Adin berpesan, sejauh ini masih banyak tindakan penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara yang harus dituntaskan oleh Bareskrim Polri. Polri diminta tak hanya berhenti pada kasus PT Bososi, melainkan juga memberantas seluruh penambangan ilegal di Sultra.

"Saya berharap harus disisir secara meluas tindakan illegal mining di tempat lain yang ada di Sultra. Karena illegal mining hanya menguntungkan beberapa oknum dan tidak memiliki asas manfaat bagi masyarakat, malah merugikan dan menyengsarakan," tutup Addin.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya