Berita

Penjara Turki/Net

Dunia

Tahanan Politik Tak Dibebaskan, Spekulasi Pemerintah Turki Jadikan Covid-19 Sebagai Senjata Biologis Bermunculan

SELASA, 12 MEI 2020 | 20:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Banyak pihak yang mulai khawatir dengan penyebaran virus corona baru di penjara Turki. Khususnya kelompok pembela asasi manusia dan bahkan para politisi di negara lain.

Dimuat Medium, Selasa (12/5), berdasarkan keterangan seorang mantan hakim di Turki yang saat ini tinggal di Belgia, pemerintah kerap mengecualikan tahanan politik dari RUU Amnesti. Padahal hal tersebut membuat penjara di Turki yang sudah sempit, kotor, dan tidak sehat semakin sesak, yang juga memicu penyebaran virus corona baru semakin tinggi.

Dalam pernyataan pers pada pekan lalu, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul bahkan mengatakan sebanyak 120 narapidana dari berbagai penjara telah dinyatakan positif Covid-19.


Namun Gul mengklaim, kementerian telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani ancaman penularan Covid-19 di penjara. Ia mengatakan saat ini kepadatan populasi di penjara telah menurun 95 persen.

Kekhawatiran yang paling tinggi dipicu oleh kondisi di Penjara Silivri yang berada di pinggiran barat Istanbul. Penjara tersebut diperkirakan akan menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Silivri adalah penjara bagi banyak tahanan politik, jurnalis, penulis, termasuk jenderal berpangkat tinggi, hakim, hingga kepala polisi yang kerap mengkritik pemerintah. Termasuk ulama Turki, Fethullah Gulen.

Berdasarkan laporan, setidaknya ada 44 orang yang saat ini dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (9/5). Namun pada Minggu (10/5), anggota parlemen Omer Faruk Ferferlioglu mengungkapkan sebanyak 191 tahanan telah terinfeksi Covid-19.

Baik keluarga maupun pengacara para tahanan kemudian mulai menyerukan agar pemerintah memberikan perhatian mengenai kondisi mengerikan di Penjara Silivri.

Keengganan pemerintah untuk membebaskan para tahanan politik juga memicu berbagai spekulasi. Salah satunya adalah virus corona dijadikan senjata biologis agar para tahanan politik meninggal dunia secara massaln atau dalam kata lain hal tersebut bisa disebut genosida.

Pasalnya, ketika pada 25 April, beberapa narapidana mulai menunjukkan gejala Covid-19. Namun petugas penjara menganggap hal tersebut sebagai situasi yang sepele, bahkan tidak mengerahkan medis. Butuh waktu dua pekan hingga akhirnya tes Covid-19 dilakukan di penjara.

Dalam kebijakan Presiden Recep Tayyip Erdogan, para tahanan seperti pencuri, gangster, bahkan teroris yang merupaka afiliasi ISIS lah yang dibebaskan. Sementara puluhan ribu tahanan politik dibiarkan mendekam dipenjara.

Totalnya, saat ini Turki telah mencatat 137.115 kasus Covid-19 dengan 3.739 orang meninggal dunia.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya