Berita

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai/Net

Politik

Djoko Santoso Wafat Tapi Jokowi Bergeming, Natalius Pigai: Saya Dihukum Tidur Di Balok Es Saja Berduka

SELASA, 12 MEI 2020 | 20:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hingga saat ini, belum ada satupun ucapan duka yang disampaikan Presiden Joko Widodo terkait meninggalnya mantan Panglima TNI, Djoko Santoso.

Sejumlah tokoh bahkan sudah menyentil sikap presiden tersebut. Seperti yang diutarakan politisi Gerindra, Fadli Zon

"Pak Jokowi, saya lihat di TL twiter tak ada ucapan duka cita dari Presiden terhadap wafatnya Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan Panglima TNI. Sementara untuk beberapa artis yang wafat ada ucapan. Ada yang bertanya kenapa? Itu aja," tulis Fadli Zon di akun Twitternya, Selasa (12/5).


Diketahui, selain pernah menjabat sebagai Panglima TNI, almarhum juga pernah mengawal pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai Ketua Timses paslon 02 itu di Pilpres 2019.

Berkenaan dengan sikap Jokowi yang terkesan diam ini, sentilan juga disampaikan oleh aktivis kemanusiaan Natalius Pigai. Ia bahkan mengungkit masa-masa masih menjadi aktivis mahasiswa tahun 1997-1998 silam, di mana dirinya pernah berhadapan dengan almarhum Djoko Santoso.

"Saya yang pernah dihukum tidur di es balok tapi sudah beri ucapan duka. Saya selalu kritik TNI karena konsekuensi sebagai pembela kemanusiaan tapi kita juga hormati pribadi sebagai manusia," urai Pigai yang juga pernah menjabat Komisioner Komnas HAM itu.

"Kepala Negara tidak boleh benci Institusi TNI AD. TNI harusnya paham apa arti twit Fadli Zon," demikian kritikan Pigai dengan menyertakan tautan pemberitaan soal kritikan Fadli Zon.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya