Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Gegara Terorisme Corona

SELASA, 12 MEI 2020 | 18:01 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBELUM ketibaan pageblug Corona, masyarakat planet bumi sempat terpecah belah menjadi empat kubu, saling beda pendapat satu dengan lain-lainnya gegara apa yang disebut sebagai cadar.

Cadar

Kubu yang pertama pro cadar sebagai identitas busana umat agama tertentu. Kubu yang kedua kontra cadar sebagai identitas umat agama tertentu yang dikait-kaitkan dengan angkara murka terorisme. Kubu yang ke tiga menganggap cadar bukan identitas umat beragama, namun sekadar alat pelindung bagian mulut dan hidung manusia dari kemelut badai khamsin di kawasan gurun pasir Afrika Utara dan Semenanjung Arab.


Kubu yang ke empat tidak peduli urusan cadar sebab merasa masih banyak hal-hal lain lebih perlu dipedulikan ketimbang berdebat tentang cadar. Perpecahbelahan pendapat memicu perbenturan pendapat bahkan kekerasan ragawi antarmasyarakat sehingga beberapa negara bahkan secara hukum eksplisit melarang penyandangan cadar di tempat umum dengan atau tanpa alasan mulai dari yang masuk sampai yang tidak masuk akal yang menafsirkannya.

Corona

Setelah ketibaan pageblug Corona, secara lambat namun pasti akhirnya segenap polemik tentang cadar berhenti dengan sendirinya. Gegara terorisme Corona, umat manusia di planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya ini sepakat bahwa menggunakan masker justru merupakan cara terbaik (yang sama sekali bebas prasangka SARA) untuk memutus mata rantai penularan virus Corona yang sangat amat kecil mungil namun sangat amat ganas merusak kesehatan bahkan membinasakan manusia.

Gegara terorisme Corona, cadar tidak perlu dibela mau pun dilawan. Gegara terorisme Corona, umat manusia berhenti memecah belah diri menjadi berkubu-kubu demi bersatupadu dalam mengenakan cadar, eh masker agar berjaya melawan angkaramurka Corona.

Penulis adalah pembelajar keanekaragaman kebudayaan dan peradaban

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya