Berita

Sugeng Waras (baret merah) dampingi Kivlan Zen (bertongkat) masuk ruang pengadilan/Net

Publika

Suara Keadilan Purnawirawan

SELASA, 12 MEI 2020 | 10:23 WIB

KASUS yang menimpa Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen telah memunculkan catatan sejarah yang dinilai heroik.

Sebanyak 3000-an purnawirawan diantaranya  ratusan jenderal atau perwira tinggi bergerak bersama mendukung dan memohon agar Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dapat membebaskan Kivlan Zen dari penghukuman.

Kasus kepemilikan senjata yang dituduhkan adalah "sumier" dan ironi bagi seorang pensiunan Mayor Jenderal TNI mantan Kastaf Kostrad. Nuansa politik lebih kental daripada murni pidana. Kivlan Zen adalah prajurit yang sangat anti komunis.


Diawali "interupsi" dan pernyataan singkat akan jasa dan perjuangan terdakwa oleh Kol. TNI (Purn) Sugeng Waras telah berhasil menggelindingkan bola salju.

Lagu semangat juang "Halo Halo Bandung" telah menarik 3000-an anggota pasukan tua militan yang bersimpati pada perjuangan Kivlan Zen.

Di tengah situasi yang gonjang ganjing dan tercium aroma kebangkitan PKI dan dukungan kuat RRC kepada rezim yang berkuasa, maka munculnya gerakan dukungan 3000-an purnawirawan ini menjadi sangat fenomenal.

Ada spirit keprihatinan, kesetiakawanan, serta perlawanan dari pasukan tua militan tersebut. Berani untuk muncul serentak dalam membela rekan seperjuangan yang dinilai terzalimi.

Dengan tidak ikut campur aspek hukum yang menjadi kewenangan para penasehat hukum, maka dorongan moral para serdadu purnawirawan itu adakah suara kebenaran dan keadilan. Suara hati nurani dan suara pengingat pengabdian pada ibu pertiwi.

Kivlan Zen adalah representasi dari kegigihan seorang tentara dalam meluruskan jalan kekuasaan dan mewanti-wanti kebangkitan komunisme di era kini. PKI dan komunisme adalah musuh TNI, musuh umat Islam, dan musuh rakyat Indonesia.

Hakim bukan terompet undang-undang tetapi penggali nilai nilai keadilan yang hidup. Suara para purnawirawan baik Perwira Tinggi, Perwira Menengah, maupun pangkat lainnya adalah suara keadilan yang hidup itu. Mereka adalah juri-juri hati nurani.

Semoga Majelis Hakim dapat mendengarkan suara teriakan kebenaran. Demi catatan sejarah kemuliaan dan kehormatan diri dalam berkhidmat pada keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pasukan tua militan masih merasakan getaran penegak keadilan yang diyakini tidak akan menjadi pembunuh keadilan.

Kivlan Zen sangat layak untuk dibebaskan.

Masih terlalu banyak pejabat perampok uang negara dan budak budak asing yang sangat merusak negara.

Merekalah semestinya yang jauh lebih layak untuk diseret ke meja hijau.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya