Berita

Presiden Joko Widodo dan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

Publika

Panglima Tertinggi Tidak Berduka Cita

SELASA, 12 MEI 2020 | 10:19 WIB

PRESIDEN Joko Widodo adalah Panglima Tertinggi TNI. Jelas dari UUD 45 menyebutkan demikian. Siswa SMP bahkan SD pun mungkin sudah tahu.

Seorang mantan Panglima TNI meninggal dunia kemarin. Alm. Jend. Purn. Djoko Santoso. Namun kehadiran Presiden bahkan sekedar ucapan duka saja tidak dapat ditemui.

Ini pertanyaannya bukan lagi ada apa, tapi kenapa? Ya meskipun tidak ada kewajiban hukum untuk itu, tapi secara etika tatakrama kenegaraan lazimnya ada pesan setidaknya.


Memang almarhum Djoko Santoso adalah salah satu Jenderal yang gigih menyuarakan untuk selalu waspada akan bahaya laten PKI. Baginya komunis senantiasa menjadi ancaman dan NKRI harga mati.

Sementara era rezim ini banyak diwarnai oleh petualang-petualang komunis dengan gaya baru. Maka jangan sampai ketiadaan ucapan apapun dari presiden atas kepergian alm Djoko Santoso dimanfaatkan untuk sensasi kelompoknya.

Kenapa presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi TNI seakan tidak bergeming atas meninggalnya Jend. Purn. Djoko Santoso mungkin akan menjadi pertanyaan misteri dalam sejarah kepemimpinannya.

Sebagai bagian dari publik yang tentu menimbulkan penasaran kiranya analisa yang paling mungkin adalah adanya informasi yang mengecohkan presiden, sehingga akhirnya  dirasa tidak perlu untuk menyampaikan ucapan belasungkawa itu.

Itu adalah salah satu alasan yang mungkin bisa terkesan 'apa boleh buat' kalau itu yang terjadi, gumam publik. Ganjil sekali juga terasa tidak adil juga sulit mencari dalil lainnya.

Karena yang punya hak dan paling tahu ya presiden sendiri tentunya. Maka pencarian alasan tidak mungkin bisa menemukan kebenarannya sebelum diungkapkan presiden sendiri atau seseorang yang tahu persis yang dengan jujur kelak berkenan menyampaikan nya ke publik, sepahit apapun.

Memang dimasa pandemi virus Covid19 ini publik menemukan banyak peristiwa-peristiwa yang tidak lazim. Tumpang tindih pernyataan pejabat salah satu fenomenanya.

Semoga ketiadaan ucapan duka cita kepada alm Djoko Santoso oleh presiden Jokowi memiliki alasan yang kelak dapat menjadi pengertian publik dan bukan menjadi buah polemik etika kepatutan atau kepantasan...

Adian Radiatus
Pengamat masalah sosial dan politik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya