Berita

Ilustrasi Bansos yang didistribusikan ke warga terdampak Covid-19/RMOL

Nusantara

Pemkab Bandung Hanya Bisa Cover 62.000 Keluarga Miskin Baru Terdampak Covid-19

SENIN, 11 MEI 2020 | 19:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kabupaten Bandung hanya bisa mengcover bantuan sosial bagi sebanyak 62.000 Kepala Keluarga (KK) sebagai warga miskin baru (misbar) yang kini terdampak virus corona baru (Covid-19).

Begitu diungkapkan Bupati Bandung Dadang M Naser yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung dalam keterangannya, Senin (11/5).

Diberitakan Kantor Berita RMOL Jabar, Dadang menyatakan bahwa bantuan yang diberikan terbatas.


Atas kondisi itu dia berharap pemerintah pusat dan provinsi berkoordinasi dengan Pemkab Bandung sehingga bisa optimal.

“Data penerima bantuan yang kami pegang (62.000 KK) itu dari Dinas Sosial melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang telah ada di tiap-tiap desa,” ungkap Dadang, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.

Agar sebaran bantuan bagi warga misbar lebih banyak, lanjut Dadang, beberapa Pemdes (pemerintah desa) mengambil kebijakan merecah bantuan dari Pemkab itu.

“Tadinya jumlah beras per KK itu 10 kg, dibagi dua agar KK yang tidak masuk data bisa kebagian. Pemdes melakukan ini karna bantuan dari pusat belum cair dan bantuan dari provinsi belum merata,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung Dadang Hermawan menambahkan, bantuan bagi ribuan KK itu saat ini tengah berjalan.

“Ini bantuan tahap kedua yang ditujukan bagi warga misbar yang tidak mendapat bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi atau pun dari sumber lain,” pungkas Kadispakan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya